Rabu, 25 Maret 2026

Special Week EXALTED -- April 3rd 2026

Tujuan                          : Anak-anak mengerti bahwa Kemuliaan Allah dinyatakan melalui ketaatan total, pengorbanan dan penderitaan Yesus di kayu salib.

Super kebenaran       : I WANT TO GLORIFY HIM WITH MY LIFE

Ayat Penuntun           : Matius 27:32-61 (Matthew 27:32-61)

Ayat Hafalan               : Yohanes 17:1 (BIS)

Sesudah berkata demikian, Yesus menengadah ke langit dan berkata, “Bapa, sekarang sudah sampai waktunya. Agungkanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu pun mengagungkan Bapa. 

John 17:1 (NLT)

After saying all these things, Jesus looked up to heaven and said, “Father, the hour has come. Glorify your Son so he can give glory back to you.

 

Games

Easter Games : “Catch the egg”

Bahan-bahan yang dibutuhkan : keranjang/baskom plastik, beberapa bola/telur plastik. Pemain yang satu melempar telur lalu pemain yang lain berusaha menangkap telur-telur tersebut menggunakan keranjang plastik tersebut. Pemenangnya adalah yang berhasil menangkap telur dalam jumlah terbanyak.

 

Pembuka

Bawalah beberapa batu dengan berbagai ukuran untuk memulai cerita hari ini. Bagikan batu-batu tersebut kepada beberapa anak. Jelaskan kepada anak-anak bahwa batu-batu yang mereka pegang bisa berbeda secara ukuran dan berat, tetapi mereka semua membawa batu. 

Setiap kita juga memiliki dosa, meski dosa setiap kita berbeda-beda. Dosa tersebut memberatkan kita seperti batu-batu ini. Hanya ada satu Pribadi yang dapat mengangkat berat beban dosa kita semua (tunjukkan gambar salib atau nama JESUS). Hari ini anak-anak akan mendengarkan cerita yang sangat spesial tentang bagaimana Tuhan Yesus mengangkat berat beban dosa kita.

 

Cerita : Tuhan Yesus disalibkan, mati dan dikuburkan

Tuhan Yesus disalibkan

Di tengah jalan, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene bernama Simon. Mereka memaksa orang itu memikul salib Yesus. Kemudian mereka sampai di suatu tempat yang bernama Golgota, yang artinya "Tempat Tengkorak". Di situ mereka memberi Yesus minum anggur yang bercampur empedu. Tetapi sesudah Yesus mencicipi anggur itu, Ia tidak mau meminumnya. Kemudian mereka menyalibkan Dia, dan membagi-bagikan pakaian-Nya dengan undian. Setelah itu mereka duduk menjaga Dia di sana.

Di atas kepala-Nya mereka memasang tulisan mengenai tuduhan terhadap-Nya, yaitu: "Inilah Yesus, Raja Orang Yahudi". Bersama-sama dengan Dia mereka menyalibkan juga dua orang penyamun; seorang di sebelah kanan, seorang lagi di sebelah kiri-Nya. Orang-orang yang lewat di situ menggeleng-gelengkan kepala, dan menghina Yesus. Mereka berkata, "Kau yang mau merobohkan Rumah Allah, dan membangunnya dalam tiga hari! Kalau Kau Anak Allah, turunlah dari salib itu, dan selamatkan diri-Mu!"

Begitu juga imam-imam kepala dan guru-guru agama serta pemimpin-pemimpin Yahudi mengejek Yesus. Mereka berkata, "Ia menyelamatkan orang lain, padahal diri-Nya sendiri Ia tidak dapat selamatkan! Kalau Dia raja Israel, baiklah Ia sekarang turun dari salib itu, baru kami mau percaya kepada-Nya. Ia percaya kepada Allah, dan berkata bahwa Ia Anak Allah. Nah, mari kita lihat apakah Allah mau menyelamatkan Dia sekarang." Penyamun-penyamun yang disalibkan dengan Dia itu pun malah menghina Dia juga seperti itu.

 

Tuhan Yesus mati

Pada tengah hari, selama tiga jam, seluruh negeri itu menjadi gelap. Pukul tiga sore, Yesus berteriak dengan suara keras, "Eli, Eli, lama sabakhtani?" yang berarti, "Ya Allah-Ku, ya Allah-Ku, mengapakah Engkau meninggalkan Aku?" Beberapa orang di situ mendengar jeritan itu, dan berkata, "Ia memanggil Elia!" Seorang dari mereka cepat-cepat pergi mengambil bunga karang, dan mencelupkannya ke dalam anggur asam. Kemudian ia mencucukkannya pada ujung sebatang kayu, dan mengulurkannya ke bibir Yesus. Tetapi orang-orang lain berkata, "Tunggu, mari kita lihat apakah Elia datang menyelamatkan Dia!"

Kemudian Yesus berteriak lagi dengan suara keras, lalu menghembuskan napas-Nya yang penghabisan. Gorden yang tergantung di dalam Rumah Tuhan sobek menjadi dua dari atas sampai ke bawah. Bumi bergetar dan gunung-gunung batu terbelah. Kuburan-kuburan terbuka, dan banyak umat Allah yang sudah meninggal dihidupkan kembali. Mereka keluar dari kuburan-kuburan sesudah Yesus bangkit dari kematian, dan mereka masuk ke Yerusalem. Dan di sana banyak orang melihat mereka. Kepala pasukan bersama-sama dengan prajurit-prajurit yang sedang menjaga Yesus menjadi ketakutan sekali waktu melihat gempa bumi, dan semua yang terjadi itu. Mereka berkata, "Sungguh, Dia ini Anak Allah!"

Di situ ada juga banyak wanita yang sedang melihat dari jauh. Merekalah yang sudah mengikuti Yesus untuk menolong Dia sejak dari Galilea. Di antaranya ialah Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus.

 

Tuhan Yesus dikuburkan

Malam itu datanglah seorang kaya dari Arimatea, yang bernama Yusuf. Ia juga pengikut Yesus. Ia pergi kepada Pilatus, dan minta jenazah Yesus. Lalu Pilatus memerintahkan supaya jenazah Yesus diberikan kepadanya. Maka Yusuf mengambil jenazah itu, dan membungkusnya dengan kain kapan dari linen yang baru. Lalu ia meletakkan jenazah Yesus di dalam kuburan kepunyaannya sendiri yang dibuat di dalam sebuah bukit batu. Sesudah itu ia menggulingkan sebuah batu besar menutupi pintu kubur itu, lalu pergi. Maria Magdalena dan Maria yang lain tinggal duduk di situ menghadapi kuburan itu.

 

Penutup

Tunjukkan batu-batu yang kita bawa di awal cerita. Jelaskan bahwa Tuhan Yesus telah membawa beban dosa mereka sekarang. Ketika Tuhan Yesus mati, tabir Bait Suci terbelah dua. Ini menandakan bahwa jalan kepada Allah kini terbuka. Keselamatan tidak bergantung pada usaha, performa, ataupun hal baik yang kita lakukan, tetapi pada Kristus yang tersalib. Bukan manusia yang menembus hadirat Allah, melainkan Allah sendiri yang membuka jalan.

Kematian Yesus menunjukkan bahwa kemuliaan tidak selalu berupa kesenangan dunia, tetapi KemuliaanNya dinyatakan melalui ketaatan total, pengorbanan, dan penderitaanNya di kayu salib. Salib bukan tentang betapa baiknya kita, tetapi tentang Tuhan Yesus yang rela menggantikan orang-orang yang berdosa yaitu kita semua. Karena kasihNya yang terlebih dahulu untuk kita semua, memampukan kita untuk memuliakan Dia. I WANT TO GLORIFY HIM WITH MY LIFE.

 

Bagaimana cara kita memuliakan Tuhan? Memuliakan Tuhan bukan berarti membuat Tuhan jadi mulia, karena Ia sudah mulia! Maka yang bisa kita lakukan adalah :

·      Kenali kemuliaanNya

·      Nikmati KemuliaanNya

·      Dan Ceritakan KemuliaanNya

 

Untuk memudahkan anak-anak memahaminya, maka kita akan menggunakan ilustrasi, bawalah sebuah kue sebagai alat peraga, dan taruhlah di atas meja yang jauh dari posisi anak-anak.  Tanyakan kepada anak-anak, benda apa yang ditaruh di atas meja? Ajak salah satu dari mereka untuk mendekat sehingga mereka bisa mendeskripsikan benda tersebut dengan baik. Jelaskan kepada mereka bahwa kita bisa mengenali sesuatu kalau kita mendekat. Maka mendekatlah kepada Dia, luangkan waktu bersamaNya, obrolkan banyak hal melalui kehidupan Doa kalian. MendekatiNya akan membawa kita untuk semakin mengenali kemuliaanNya.

 

Mintalah salah satu dari anak-anak untuk mencicipi kue tersebut. Jelaskan kepada mereka, kita bisa berkata bahwa makanan ini enak, karena kita sudah menikmatiNya. Tidak mungkin kita berkata enak, jika kita hanya melihatnya saja.

Oleh karena itu, makanlah FirmanNya, kecaplah hadiratNya melalui puji-pujian dan penyembahan yang kita naikkan. Maka kita akan menikmati kemuliaanNya.

Ketika kita merasakan sesuatu yang enak, kita tidak akan tahan untuk tidak menceritakanNya! Maka ketika kita sudah merasakan KasihNya dalam hidup kita, bagaimana pengorbananNya untuk dosa-dosa kita, kita juga tidak akan tahan untuk tidak menceritakanNya. Oleh karena itu, senantiasa mengucap syukur betapa berhargaNya Dia dalam hidup kita. Ceritakan KemuliaanNya, bantu orang lain melihat Dia dan mengasihiNya melalui kata-kata dan tindakan kita. Jadi, Kenali, Nikmati, dan Ceritakan KemuliaanNya. I WANT TO GLORIFY HIM WITH MY LIFE.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar