Tujuan : Menunjukan kepada anak-anak tentang kebenaran akan rencana dan janji Tuhan.
Super kebenaran : GOD ALWAYS KEEPS HIS PROMISES
Ayat Hafalan : Bilangan 23:19 (BIS)
Allah tidak seperti manusia yang gampang menyesal dan suka berdusta. Bila Allah berjanji, pasti Ia tepati! Bila Ia berbicara, tentu akan terlaksana!
Numbers 23:19 (NLT)
God is not a man, so he does not lie. He is not human, so he does not change his mind. Has he ever spoken and failed to act? Has he ever promised and not carried it through?
Ayat Penuntun : Lukas 1:5-45;57-66 (Luke 1:5-45;57-66)
Games
Siapkan papan tulis kecil beserta kapur atau spidol warna-warni, pilih beberapa anak yang akan ikut bermain. Setiap anak mengambil kapur atau spidol warna berbeda dan menuliskan tentang janji-janji Tuhan dan diberi warna seperti pelangi.
Pembuka
Siapa di sini yang pernah bohong atau telling a lie? Pasti semua kita pernah berbohong atau telling a lie. Ada yang sering ada yang juga kadang-kadang atau jarang.
Bohong apa yang kalian lakukan? Paling simple adalah ketika kita berjanji untuk melakukan sesuatu tapi kita tidak melakukannya, contoh janjian playdate sama temen kita jam 1 siang tapi ternyata something happened dan kalian baru bisa datang jam 2 siang. Sebenernya bukan bohong yang sengaja kalau ini tapi karena kejadian yang tidak terduga. Atau janji dengan parents kita mau buat homework tapi karena kita terlalu asyik main games atau nonton youtube akhirnya kita lupa. Mungkin bisa dikatakan ini kebohongan yang tidak disengaja atau direncanakan. Ada juga bohong yang memang disengaja atau direncanakan seperti ketika ditanya sudah minum obat kita jawab sudah padahal belum minum obat.
Tapi memang secara umum manusia itu punya kecenderungan suka berbohong, hari ini kita akan mendengarkan sebuah cerita di mana Tuhan berjanji sudah ratusan tahun yang lalu walapun sudah lewat ratusan tahun tapi Tuhan masih tetap menepati janjiNya karena beda dengan manusia Tuhan tidak akan pernah berbohong.
Cerita : Pemberitahuan Kelahiran Yohanes dan T. Yesus
PEMBERITAHUAN KELAHIRAN YOHANES PEMBAPTIS
Ketika Herodes menjadi raja negeri Yudea, ada seorang imam bernama Zakharia. Ia termasuk golongan imam-imam Abia. Istrinya bernama Elisabet, juga keturunan imam. Kehidupan suami istri itu menyenangkan hati Allah. Keduanya mentaati semua perintah dan Hukum Tuhan dengan sepenuhnya. Mereka tidak mempunyai anak sebab Elisabet mandul dan mereka kedua-duanya sudah tua.
Pada suatu hari, waktu golongan Abia mendapat giliran, Zakharia menjalankan tugas sebagai imam di hadapan Allah. Dengan undian, yang biasanya dilakukan oleh imam-imam, Zakharia ditunjuk untuk masuk ke dalam Rumah Tuhan dan membakar kemenyan. Sementara upacara pembakaran kemenyan diadakan, orang banyak berdoa di luar.
Pada waktu itu malaikat Tuhan menampakkan diri kepada Zakharia. Malaikat itu berdiri di sebelah kanan meja tempat membakar kemenyan. Ketika Zakharia melihat malaikat itu, ia bingung dan takut. Tetapi malaikat itu berkata, "Jangan takut, Zakharia! Allah sudah mendengar doamu. Istrimu Elisabet akan melahirkan seorang anak laki-laki. Engkau harus memberi nama Yohanes kepadanya. Engkau akan sangat gembira dan banyak orang akan bersukaria bila anak itu lahir nanti! Ia akan menjadi orang besar menurut pandangan Tuhan, dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras. Sejak lahir ia akan dikuasai oleh Roh Allah. Banyak orang Israel akan dibimbingnya kembali kepada Allah, Tuhan mereka. Ia akan menjadi utusan Tuhan yang kuat dan berkuasa seperti Elia. Ia akan mendamaikan bapak dengan anak, dan orang yang tidak taat akan dipimpinnya kembali pada jalan pikiran yang benar. Dengan demikian ia menyediakan suatu umat yang sudah siap untuk Tuhan."
"Bagaimana saya tahu bahwa hal itu akan terjadi?" tanya Zakharia kepada malaikat itu. "Saya sudah tua, dan istri saya juga sudah tua." Malaikat itu menjawab, "Saya ini Gabriel. Saya melayani Allah dan Ialah yang menyuruh saya menyampaikan kabar baik ini kepadamu. Apa yang saya katakan, akan terjadi pada waktunya. Tetapi karena engkau tidak percaya, engkau nanti tidak dapat berbicara; engkau akan bisu sampai apa yang saya katakan itu terjadi."
Sementara itu, orang-orang terus menantikan Zakharia. Mereka heran mengapa ia begitu lama di dalam Rumah Tuhan. Dan pada waktu ia keluar, ia tidak dapat berbicara kepada mereka. Ia terus saja memberi isyarat dengan tangannya, dan tetap bisu. Maka orang-orang pun tahu bahwa ia sudah melihat suatu penglihatan di dalam Rumah Tuhan. Setelah habis masa tugasnya di Rumah Tuhan, Zakharia pun pulang ke rumah.
Tidak berapa lama kemudian, Elisabet istrinya mengandung, lalu mengurung diri di rumah lima bulan lamanya. Ia berkata, "Akhirnya Tuhan menolong saya dan menghapuskan kehinaan saya."
PEMBERITAHUAN KELAHIRAN TUHAN YESUS
Ketika Elisabet sudah mengandung enam bulan, Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke Nazaret, sebuah kota di daerah Galilea. Gabriel diutus kepada seorang perawan, bernama Maria. Perawan itu sudah bertunangan dengan seorang yang bernama Yusuf, keturunan Raja Daud. Malaikat itu datang kepada Maria dan berkata, "Salam, engkau yang diberkati Tuhan secara istimewa! Tuhan bersama dengan engkau!"
Mendengar perkataan malaikat itu Maria terkejut, sehingga bertanya-tanya dalam hati apa maksud salam itu. Maka malaikat itu berkata kepadanya, "Jangan takut, Maria, sebab engkau berkenan di hati Allah. Engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak, yang harus engkau beri nama Yesus. Ia akan menjadi agung dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Tuhan Allah akan menjadikan Dia raja seperti Raja Daud, nenek moyang-Nya.Dan Ia akan memerintah sebagai raja atas keturunan Yakub selama-lamanya. Kerajaan-Nya tidak akan berakhir."
"Tetapi saya masih perawan," kata Maria kepada malaikat itu, "bagaimana hal itu bisa terjadi?"Malaikat itu menjawab, "Roh Allah akan datang kepadamu, dan kuasa Allah akan meliputi engkau. Itulah sebabnya anak yang akan lahir itu akan disebut Kudus, Anak Allah. Ingat: Elisabet, sanak saudaramu itu sudah hamil enam bulan, walaupun ia sudah tua dan orang mengatakan bahwa ia mandul. Sebab untuk Allah tidak ada yang mustahil."
Lalu Maria berkata, "Saya ini hamba Tuhan; biarlah terjadi pada saya seperti yang engkau katakan." Lalu malaikat itu pergi meninggalkan Maria.
KELAHIRAN YOHANES PEMBAPTIS
Sampailah waktunya bagi Elisabet untuk bersalin. Ia melahirkan seorang anak laki-laki.Tetangga-tetangga dan sanak saudaranya mendengar betapa baiknya Tuhan terhadap Elisabet, dan mereka pun ikut bergembira dengan dia. Waktu bayi itu berumur delapan hari, mereka datang untuk menyunat dia. Mereka mau menamakan bayi itu Zakharia menurut nama ayahnya, tetapi ibunya berkata, "Tidak! Ia harus diberi nama Yohanes." "Tidak seorang pun dari sanak saudaramu bernama begitu," kata mereka kepadanya.
Lalu dengan isyarat, mereka bertanya kepada Zakharia nama apa yang mau diberikannya kepada anaknya. Zakharia meminta sebuah batu tulis lalu menulis, "Namanya Yohanes." Mereka semua heran. Pada waktu itu juga Zakharia dapat berbicara lagi dan memuji Allah.Tetangga-tetangganya semua takut, dan kabar itu tersebar ke seluruh daerah pegunungan Yudea. Semua orang yang mendengar hal itu bertanya dalam hati, "Menjadi apakah anak itu nanti?" Sebab Tuhan menyertai dia.
Penutup
Ajak anak-anak untuk mengingat kembali tentang siapa saja yang pernah berjanji sesuatu atau memberikan sebuah janji kepada mereka dan tidak menepatinya. Berikan ilustrasi dan pendekatan yang mudah untuk dipahami contohnya seperti seorang ayah yang berjanji akan membelikan mainan yang megah besar dan mahal karena anaknya yang meminta sehingga ia harus menjanjikan sesuatu yang sukar untuk ditepati. Lalu bandingkan dengan Allah yang memberikan harapan di tengah kehidupan manusia yang hari-harinya gelap. Membawakan kabar baik melalui malaikat Tuhan bahwa sang Mesias akan lahir dan janji itu digenapiNya.
Dan dari cerita ini, kita belajar bahwa Tuhan Yesus adalah Bapa kita yang paling baik. Ia selalu menepati janji-Nya. Kadang-kadang, Ayah dan Ibu kita di rumah mungkin tidak bisa memberikan semua yang kita minta. Tapi Tuhan Yesus berbeda, Ia adalah Bapa yang mahakuasa dan janjinya tidak pernah gagal. Apa yang Ia katakan pasti akan terjadi.
Ingatlah selalu, bagi Tuhan, tidak ada yang mustahil! Jadi, teruslah percaya dan berdoa, karena Tuhan kita adalah Bapa yang setia dan selalu mengasihi kita.
GOD ALWAYS KEEPS HIS PROMISES
Tidak ada komentar:
Posting Komentar