Selasa, 02 Desember 2025

Week – 10 INFLUENCER -- December 7th 2025

Tujuan                          : Anak memahami bahwa anak-anak Tuhan dipanggil untuk menjadi berkat dan memengaruhi dunia dengan kasih dan kebaikan.

Super kebenaran       : KEEP DOING GOOD THINGS

Ayat Hafalan               : Matius 5:39 (BIS) 

Tetapi sekarang Aku berkata kepadamu: jangan membalas dendam terhadap orang yang berbuat jahat kepadamu. Sebaliknya kalau orang menampar pipi kananmu, biarkanlah dia menampar pipi kirimu juga.

Matthew 5:39 (NLT)

But I say, do not resist an evil person! If someone slaps you on the right cheek, offer the other cheek also.

Ayat Penuntun           : Matius 5:13-16 (Matthew 5:13-16)

 

Games

Menebak gambar dengan gerak tubuh

Siapkan beberapa gambar seperti : Anak sedang menari, Anak sedang bermain bola, dsb. Setiap perwakilan kelompok harus bisa memperagakan apa yang ada pada gambar dan tim yang bisa menebak dengan tepat, tim tersebut pemenangnya.

 

Pembuka

Tanyakan kepada anak-anak apakah mereka pernah pergi menjenguk teman/saudara yang sedang sakit. Apa yang biasanya mereka lakukan? Bagaimana perasaan mereka ketika melihat teman/saudaranya sedang sakit apalagi jika yang mereka jenguk sedang mengalami sakit yang cukup parah. Rasa iba atau kasihan pasti akan muncul ketika kita melihat orang lain menderita. Atau mungkin juga ada yang merasa senang karena yang sakit adalah musuh terbesar kita our worst enemySampaikan kepada anak-anak meskipun ada orang yang senang sekali menyakiti, mengganggu, melukai kita maka sikap terbaik yang harus kita lakukan adalah tetap berbuat baik kepadanya. Inilah yang diajarkan oleh Tuhan Yesus dalam cerita kita hari ini. Ayo kita baca dulu ya ayatnya sama-sama mungkin ga biasanya ya kita baca ayat tapi kali ini kita buat agak berbeda ya. Ok prepare your bible kita sama-sama buka Matius 5:13-16 kita menggunakan terjemahan BIS Bahasa Indonesia Sehari-hari atau bisa juga BIMK Bahasa Indonesia Masa Kini.

 

Cerita : Garam dan terang dunia

Kalian adalah garam dunia. Kalau garam menjadi tawar, mungkinkah diasinkan kembali? Tidak ada gunanya lagi, melainkan dibuang dan diinjak-injak orang. Kalian adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas bukit tidak dapat disembunyikan.

Tidak ada orang yang menyalakan lampu, lalu menutup lampu itu dengan tempayan. Ia malah akan menaruh lampu itu pada tempat lampu, supaya memberi terang kepada setiap orang di dalam rumah. Begitu juga terangmu harus bersinar di hadapan orang, supaya mereka melihat perbuatan-perbuatanmu yang baik, lalu memuji Bapamu di surga.

 

Penutup

Sediakan makanan bisa apapun kentang goreng atau makanan apapun yang lebih enak ketika dikasih garam.

Tuhan Yesus membandingkan para pengikutnya dengan garam dan terang. Nah, hari ini saya punya sebuah ilustrasi ok saya butuh volunteer 1 atau 2 orang, mungkin yang lagi lapar.

Coba kamu makan kentang ini.. Gimana rasanya? Apakah kamu ingin garam? (Tambahkan garam.) Bagaimana rasanya sekarang? (Terima kasih kepada siswa dan minta mereka kembali ke tempat duduk mereka.) Pernahkah kamu makan tanpa garam? Itu akan mengerikan. Garam menambah rasa. Pada zaman Tuhan Yesus dulu belum ada yang namanya lemari es atau refrigerator. Garam digunakan sebagai pengawet untuk membantu menjaga makanan agar tidak rusak. Sebagai garam dunia, kita menambah rasa pada orang-orang dan situasi di sekitar kita. Pengaruh kita - bagaimana kita memengaruhi tindakan, perilaku, dan pendapat orang lain - adalah bagaimana kita menjadi garam di dunia ini. Yesus juga berkata bahwa kita adalah terang dunia. Terang membantu menerangi tempat yang gelap dan juga membantu kita melihat hal-hal yang perlu diperbaiki. Dengan pertolongan Tuhan, kita dapat menerangi dunia di sekitar kita dengan perbuatan baik, dan kita dapat membantu orang lain menemukan kebaikan dalam menjalani hidup bersama Tuhan. Ketika kita menunjukkan bagaimana kita hidup bagi Tuhan, kesaksian kita adalah terang.

 

Tuhan Yesus mengatakan bahwa kita adalah garam dan terang dunia. Artinya bahwa anak-anak Tuhan dipanggil untuk menjadi berkat dan menjadi INFLUENCER di dunia dengan kasih dan kebaikan. Garam melambangkan pengaruh yang baik dan positif, sementara terang melambangkan kebenaran dan kebaikan yang menyingkapkan kegelapan. Anak-anak diajak untuk menjadi garam yang memberi rasa dan terang yang menerangi dunia di sekitar mereka, dimulai dari hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari.


Menjadi Garam dan Terang. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari:

  • Membawa Kebaikan : Anak-anak dapat menjadi garam dengan melakukan hal-hal kecil seperti membantu orang tua, berbagi dengan teman, atau bersikap ramah kepada semua orang.
  • Menyebarkan Kasih : Mereka dapat menjadi terang dengan menunjukkan kasih dan kepedulian kepada orang lain, serta menjadi teladan yang baik dalam perkataan dan perbuatan.
  • Menolak Kejahatan : Sama seperti terang yang menyingkapkan kegelapan, anak-anak diajak untuk menolak perbuatan jahat dan memilih untuk hidup dalam kebenaran.
  • Membantu : Membantu orang tua membersihkan rumah, merapikan mainan, atau membantu adik belajar.
  • Berbagi : Berbagi makanan atau mainan dengan teman yang membutuhkan. 
  • Menolong : Menolong teman yang kesulitan dalam mengerjakan tugas sekolah. 
  • Berbicara Jujur : Selalu berkata benar dan tidak berbohong.
  • Bersikap Ramah : Menyapa teman dengan senyuman dan bersikap baik kepada semua orang.

Tekankan kepada anak-anak bahwa garam dan terang dunia tidak memandang situasi : saat kita sedang baik-baik saja atau tidak, orang tersebut menjengkelkan atau tidak. KEEP DOING GOOD THINGS, tetaplah berbuat baik, jadilah pengaruh yang baik bagi sekitar kita. Bukan, menjadi profokator teman dan akhirnya terjadi pertengkaran. Atau kita dengan sengaja berbohong supaya musuh kita mendapat hukuman. KEEP DOING GOOD THINGS.

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar