Rabu, 01 Oktober 2025

Week – 2 UP TO GOD -- October 12th 2025

 Tujuan                          : Anak-anak mengerti bahwa banyak hal yang tidak adil bisa terjadi di dunia ini, tapi penting untuk diingat kalau Tuhan benar-benar hanya adil kita semua tidak akan bisa lepas dari hukuman dosa.

Super kebenaran       : IT IS UP TO GOD IF HE DECIDES TO BE GENEROUS WITH OTHERS

Ayat Hafalan               : Roma 9:15 (BIS)

Sebab Allah berkata kepada Musa, "Aku akan menunjukkan rahmat kepada orang yang Aku mau menunjukkan rahmat, dan Aku akan menunjukkan belas kasihan kepada orang yang Aku mau menunjukkan belas kasihan."

Romans 9:15 (NLT)

For God said to Moses, “I will show mercy to anyone I choose, and I will show compassion to anyone I choose.”

Ayat Penuntun           : Matius 20:1-16 (Matthew 20:1-16)

 

Games

Games merangkai gerakan. Pemain pertama melakukan gerakan lalu dilakukan oleh pemain kedua dengan menambahkan gerekan berikutnya, lalu pemain ketiga melakukan gerakan dari pemain satu dan dua dan menambahkan gerakan lagi, begitu seterusnya.

 

Pembuka

Siapa di sini yang pernah merasa diperlakukan tidak adil? Wkwkwk.. kog sulit ya mungkin kata-katanya buat adik-adik yang lebih kecil. Tidak adil (mungkin agak mirip ya sama minggu lalu ya kalau ada contoh lain yang bisa menjelaskan tentang tidak adil lainnya juga boleh digunakan supaya sedikit berbeda dengan cerita minggu lalu) contoh nya begini makanan kalau ada tiga porsi atau tiga bagian nah waktu dibagi untuk dua orang seharusnya dapatnya 1,5 bagian dan 1,5 bagian. Tapi waktu kita hanya diberi 1 bagian dan teman kita atau siblings kita dapat 2 bagian kita akan merasa diperlakukan tidak adil. Atau money, waktu kita dapat uang 20 ribu dan kakak atau bahkan adik kita dapat uang 50rb kita juga pasti akan merasa iri dan jengkel karena kita merasa itu tidak adil karena kita tidak mendapatkan bagian yang sama. Cerita kita hari ini juga menceritakan tentang hal yang kalau dilihat sepertinya tidak adil tapi ternyata ga seperti itu. Yuk kita dengarkan ceritanya sama-sama.

 

Cerita : Pekerja di kebun anggur

"Apabila Allah memerintah, keadaannya seperti perumpamaan ini: Seorang pemilik kebun anggur keluar pada waktu pagi mencari orang untuk bekerja di kebun anggurnya. Sesudah ia setuju membayar mereka satu uang perak sehari, ia menyuruh mereka bekerja di kebun anggurnya. Pukul sembilan pagi, pemilik kebun itu pergi lagi, dan melihat beberapa orang sedang menganggur di pasar. Maka berkatalah ia kepada mereka, 'Pergilah kalian bekerja di kebun anggur saya. Saya akan membayar kalian dengan upah yang layak.' Mereka pun pergi. Pukul dua belas tengah hari dan juga pukul tiga petang, pemilik kebun itu keluar lagi dan berbuat hal yang sama.

Dan kira-kira pukul lima sore, ia keluar lagi dan melihat masih ada orang yang menganggur. Lalu ia bertanya kepada mereka, 'Mengapa kalian berdiri terus seharian di sini dengan tidak melakukan apa-apa?' Orang-orang itu menjawab, 'Tidak ada orang yang mempekerjakan kami.' 'Kalau begitu,' kata pemilik kebun itu, 'pergilah kalian bekerja di kebun anggur saya.'

Petang hari, pemilik kebun anggur itu berkata kepada mandurnya, 'Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarlah upah mereka masing-masing, mulai dari orang yang masuk terakhir sampai kepada yang masuk pertama.' Lalu datanglah pekerja-pekerja yang mulai bekerja dari pukul lima petang. Mereka masing-masing menerima satu uang perak. Kemudian datang pula pekerja-pekerja yang disewa sejak pagi. Mereka berpikir mereka akan menerima lebih. Padahal mereka hanya diberi satu uang perak juga.

Waktu menerima uang itu, mereka menggerutu terhadap pemilik kebun: 'Pekerja-pekerja yang datang terakhir itu cuma bekerja satu jam. Sedangkan kami bekerja seharian di bawah panas terik matahari, namun Tuan membayar mereka sama dengan kami!' Pemilik kebun anggur itu menjawab kepada salah seorang dari mereka, 'Kawan, saya tidak bersalah terhadapmu. Bukankah engkau setuju menerima upah satu uang perak untuk pekerjaan sehari? Nah, ambillah upahmu, dan pergilah. Saya memang ingin memberi kepada orang yang masuk terakhir itu upah yang sama dengan yang saya berikan kepadamu. Apakah saya tidak boleh berbuat semau saya dengan kepunyaan saya? Ataukah engkau iri, karena saya bermurah hati?'"

Lalu Yesus berkata lagi, "Begitu juga orang-orang yang terakhir akan menjadi yang pertama, dan orang-orang yang pertama akan menjadi yang terakhir."

 

Penutup

Berapa yang dibayarkan pemilik kebun anggur kepada para pekerjanya? (Mereka semua menerima jumlah yang sama—satu dinar). Mengapa beberapa pekerja menggerutu atau ngomel? (Mereka berpikir pemilik kebun anggur itu tidak adil). Kalau menurut kalian gimana seandainya kamu bekerja sepanjang hari dan dibayar sama dengan mereka yang hanya bekerja selama satu jam? (ajak anak-anak untuk menjawab). Pemilik kebun anggur itu adil karena ia membayar setiap pekerja sesuai dengan janjinya.

Pemilik kebun anggur itu adil kepada semua pekerja tapi pemilik itu sangat murah hati atau generous kepada pekerja-pekerja yang datang belakangan. Murah hati berarti memberi sesuai dengan keinginan pemberinya dan pemberinya tentunya bebas memberi berapapun. Begitu juga dengan Tuhan kita, Tuhan kita itu adil dan juga murah hati seperti pemilik kebun anggur dalam cerita atau perumpamaan kita hari ini.

Para pekerja pertama bekerja lebih lama daripada yang lain tetapi dibayar sama. Seharusnya daripada menggerutu atau ngomel karena itu, mereka bisa saja memilih untuk bersukacita karena mendapatkan uang yang dijanjikan dan bersyukur kepada pemilik kebun anggur itu karena murah hati kepada pekerja yang lain. Sama seperti para pekerja, kita semua punya pilihan untuk merasa jengkel atau iri kepada Tuhan karena memberi lebih banyak kepada orang lain daripada kepada kita. Atau kita memilih untuk ikutan happy melihat Tuhan bermurah hati kepada orang lain. Yang pastinya waktu kita memilih untuk ikutan happy, kita sendiri juga akan lebih happy dengan pilihan itu. Waktu kita ngomel atau menggerutu karena sesuatu yang menurut kita tidak adil, kita mungkin merasa cemburu, iri hati kepada orang yang menerima perhatian atau hadiah istimewa. Kecemburuan dan iri hati adalah perasaan yang tidak menyenangkan karena menginginkan apa yang dimiliki orang lain.

 

Ceritakan pengalaman yang ketika anda merasa bahwa Tuhan tidak adil terhadap anda. Salah satu cerita yang bisa dijadikan contoh tapi kalau anda punya cerita pribadi itu akan lebih mengena buat anak-anak.

Waktu SMA saya punya teman-teman yang pintar, cantik, kaya dan bisa dikatakan perfect. Tapi ini yang buat saya merasa ga adil adalah teman-teman saya ini sangat tidak menghargai Tuhan, waktu ibadah mereka itu entah bermain sendiri atau tidur dan ketika waktu nya memberi persembahan mereka itu bahkan bercanda dengan mengatakan “Aku mau meminta uang kembalian.” Sangat tidak menghargai Tuhan, tapi herannya aku merasa kenapa kog Tuhan memberkati orang-orang seperti ini.

 

Tapi ternyata ini daripada memikirkan berkat yang ga kita terima, kita lebih baik fokus pada banyak berkat-berkat yang telah Tuhan berikan kepada kita. Ribuan tahun sebelum Tuhan Yesus menceritakan perumpamaan ini, Tuhan pernah berkata kepada Musa bahwa Tuhan itu bebas mau menunjukkan kemurahan hatiNya kepada siapapun yang Tuhan mau. Sama seperti kita hari ini kita juga belajar bahwa IT IS UP TO GOD IF HE DECIDES TO BE GENEROUS WITH OTHERS.

 

Perumpamaan hari ini juga merupakan salah satu contoh tentang kasih karunia Tuhan. Tuhan berjanji akan mengampuni kita, kita tetap bisa menerima anugerah keselamatan dari Kristus berapa pun usia kita waktu kita bertobat. Cerita hari ini juga menunjukkan bahwa memang hidup itu seringkali tidak adil. Tapi bayangkan, kalau kita mendapatkan semua yang seharusnya kita terima, kita juga akan menerima hukuman kekal atas dosa-dosa kita! Tapi justru yang kita dapatkan adalah kasih karunia dan hidup kekal di dalam Tuhan Yesus. Kita justru harus bersyukur kepada Tuhan karena hidup ini tidak adil! IT IS UP TO GOD IF HE DECIDES TO BE GENEROUS WITH OTHERS.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar