Tujuan : Anak-anak mengerti bahwa Tuhan menciptakan keluarga sebagai "sekolah kasih" agar setiap kita belajar untuk saling peduli dan bertumbuh dalam kasih.
Super kebenaran : LOVE YOUR FAMILY, FAMILY IS A GIFT FROM GOD
Ayat Penuntun : Kejadian 4:1-26 (Genesis 4:1-26)
Ayat Hafalan : 1 Petrus 4:8 (BIS)
Lebih daripada segala-galanya, hendaklah kalian sungguh-sungguh mengasihi satu sama lain, sebab dengan saling mengasihi kalian akan bersedia juga untuk saling mengampuni.
1 Peter 4:8 (NLT)
Most important of all, continue to show deep love for each other, for love covers a multitude of sins.
Games
Main mengambil uang (atau kapas bola) menggunakan sutil atau sendok yang lebar tapi tidak cekung.
Pembuka
Siapa yang punya saudara atau siblings? Mungkin ada yang punya satu saudara tapi ada juga yang punya banyak lebih dari satu bisa dua, tiga atau ada juga yang justru ga punya saudara atau biasa disebut dengan anak tunggal.
Nah, kenapa kog saya tanya seperti ini? Ini lanjutan pertanyaan nya buat yang ga punya saudara mungkin ga relate tapi bisa coba sambil dibayangkan aja, pernah ga merasa iri sama siblings atau saudara kalian? Contoh, mommy daddy beli pizza nah karena ini kesukaan adik atau kakak kita mommy daddy kasih mereka lebih banyak daripada kasih ke kita, mereka dapat 5 kita cuma dapat 3? Atau lagi siblings kita HP nya rusak lalu sama parents kita diganti dengan HP baru yang terbaru modelnya yang justru menurut kita kita yang pingin barang itu?
Nah, gimana kalau sudah jengkel dan iri kayak gitu? Apa yang kalian lakukan?
Tapi hari ini kita diajak sama-sama untuk ini : LOVE YOUR FAMILY, FAMILY IS A GIFT FROM GOD. Cerita firman Tuhan hari ini juga memberi contoh kepada kita bahwa kita ga boleh membiarkan rasa isi dan jengkel dalam hati kita, yuk kita dengarkan sama-sama ya.
Cerita : Kain dan Habel
Kemudian Adam bersetubuh dengan Hawa, istrinya, dan hamillah wanita itu. Ia melahirkan seorang anak laki-laki dan berkata, "Dengan pertolongan TUHAN aku telah mendapat seorang anak laki-laki." Maka dinamakannya anak itu Kain. Lalu Hawa melahirkan seorang anak laki-laki lagi, namanya Habel. Habel menjadi gembala domba, tetapi Kain menjadi petani. Beberapa waktu kemudian Kain mengambil sebagian dari panenannya lalu mempersembahkannya kepada TUHAN. Lalu Habel mengambil anak domba yang sulung dari salah seekor dombanya, menyembelihnya, lalu mempersembahkan bagian yang paling baik kepada TUHAN. TUHAN senang kepada Habel dan persembahannya, tetapi menolak Kain dan persembahannya. Kain menjadi marah sekali, dan mukanya geram.
Maka berkatalah TUHAN kepada Kain, "Mengapa engkau marah? Mengapa mukamu geram?Jika engkau berbuat baik, pasti engkau tersenyum; tetapi jika engkau berbuat jahat, maka dosa menunggu untuk masuk ke dalam hatimu. Dosa hendak menguasai dirimu, tetapi engkau harus mengalahkannya." Lalu kata Kain kepada Habel, adiknya, "Mari kita pergi ke ladang." Ketika mereka sampai di situ, Kain menyerang dan membunuh Habel adiknya.
TUHAN bertanya kepada Kain, "Di mana Habel, adikmu?" Kain menjawab, "Saya tak tahu. Haruskah saya menjaga adik saya?" Lalu TUHAN berkata, "Mengapa engkau melakukan hal yang mengerikan itu? Darah adikmu berseru kepada-Ku dari tanah, seperti suara yang berteriak minta pembalasan. Engkau terkutuk sehingga tak bisa lagi mengusahakan tanah. Tanah itu telah menyerap darah adikmu, seolah-olah dibukanya mulutnya untuk menerima darah adikmu itu ketika engkau membunuhnya. Jika engkau bercocok tanam, tanah tidak akan menghasilkan apa-apa; engkau akan menjadi pengembara yang tidak punya tempat tinggal di bumi."
Maka kata Kain kepada TUHAN, "Hukuman itu terlalu berat, saya tak dapat menanggungnya.Engkau mengusir saya dari tanah ini, jauh dari kehadiran-Mu. Saya akan menjadi pengembara yang tidak punya tempat tinggal di bumi, dan saya akan dibunuh oleh siapa saja yang menemukan saya." Tetapi TUHAN berkata, "Tidak. Kalau engkau dibunuh, maka sebagai pembalasan, tujuh orang termasuk pembunuhmu itu akan dibunuh juga." Kemudian TUHAN menaruh tanda pada Kain supaya siapa saja yang bertemu dengan dia jangan membunuhnya.
Lalu pergilah Kain dari hadapan TUHAN dan tinggal di tanah yang bernama "Pengembaraan" di sebelah timur Eden. Kain dan istrinya mendapat anak laki-laki, yang diberi nama Henokh. Kemudian Kain mendirikan sebuah kota dan dinamakannya kota itu menurut nama anaknya itu. Henokh ayah Irad. Irad ayah Mehuyael. Mehuyael ayah Metusael, dan Metusael adalah ayah Lamekh. Lamekh mempunyai dua orang istri, Ada dan Zila. Ada melahirkan Yabal, dan keturunan Yabal itulah bangsa yang memelihara ternak dan tinggal dalam kemah. Adiknya bernama Yubal, dan keturunan Yubal adalah pemain musik kecapi dan seruling. Zila melahirkan Tubal-Kain, dan keturunannya membuat segala macam perkakas dari tembaga dan besi. Adik perempuan Tubal-Kain bernama Naama.
Berkatalah Lamekh kepada kedua istrinya, "Ada dan Zila, dengarkan! Seorang pemuda kubunuh karena telah menghantam aku. Kalau tujuh orang dibunuh untuk membalas pembunuhan Kain, maka tujuh puluh tujuh orang akan dibunuh kalau aku dibunuh."
Adam dan istrinya mendapat seorang anak laki-laki lagi. Kata Hawa, "Allah telah memberi aku anak laki-laki sebagai ganti Habel, yang telah dibunuh oleh Kain." Sebab itu Hawa menamakan anak itu Set. Set mempunyai anak laki-laki yang diberi nama Enos. Pada zaman itulah orang mulai menyebut nama TUHAN bila menyembah.
Penutup
Mungkin untuk silsilah Adam dan Hawa tidak perlu dijelaskan secara detail, intinya kita menceritakan tentang keluarga kepada anak-anak.
Bayangkan kalau seandainya kalian bertengkar kira-kira papa mama atau parents kalian bakalan happy ga ya? Pasti parents kalian akan bersedih dan tidak happy. Ceritakan mungkin juga pengalaman pribadi anda dengan saudara atau siblings anda ketika bertengkar atau bisa juga pengalaman orang lain yang anda tau.
Contoh : saya punya teman waktu SMP dia bertengkar atau ga cocokan dengan kakaknya dan karena sangat parahnya mereka sampai ga ngobrol bukan hanya ga ngobrol tapi ga saling menyapa bertahun-tahun. Coba bayangkan seandainya itu yang terjadi sama kalian apa yang parents kalian rasakan?
Begitu juga dengan cerita kita hari ini bayangkan apa yang dirasakan Adam dan Hawa waktu mengetahui Habel dibunuh oleh Kain, pasti sangat-sangat sedih dan apalagi setelah kejadian itu Adam dan Hawa harus kehilangan kedua anaknya karena Habel mati dan Kain dihukum oleh Tuhan. Karena itu hari ini kita diajak untuk LOVE YOUR FAMILY, FAMILY IS A GIFT FROM GOD. Mengasihi semua anggota keluarga kita tanpa terkecuali. FAMILY is a GIFT atau HADIAH yang artinya harus dijagai bukan dijadikan musuh atau saingan.
Apa berarti kita ga boleh iri atau marah atau jengkel sama saudara atau siblings kita? Bukan seperti itu juga pasti ada momentnya kita bisa merasa iri atau marah atau jengkel tapi yang penting adalah ketika kita merasa iri atau marah atau jengkel jangan semakin dimatengkan atau dimasak lebih lagi. Maksudnya gimana itu ya?
Sediakan kompor, panci dan makanan mie instant. Atau kalau ribet boleh juga mie instant yang udah matang.
Siapa yang pernah melihat ini? (kalau masih mentah waktu divideo bungkus mie instant harus sudah dibuka ya). Semua pasti tau apa ini dan biasanya kita ga boleh makan ini sering-sering tapi biasanya anak-anak suka makan ini. Hari ini mie instant ini akan kita masak dulu sama-sama kalau mau dimakan tentunya harus dimasak dulu direbus mie nya. Pernah tau ga kalau mie ini dimasak terlalu lama sampai terlalu matang rasanya jadi ga enak. Matangnya harus pas kalau sudah matang ya harus segera diambil atau ditaruh di piring biar enak waktu dimakan. Tapi kalau dimakan pas mentah ya lumayan juga sih ya ada yang bilang juga lebih enak kayak makan snack ringan gitu.
Masak mie instant bisa digambarkan sama kayak perasaan kita marah, jengkel dan iri yang bisa saja muncul tapi ketika perasaan itu muncul jangan dibiarkan lama-lama kalau dibiarkan lama-lama jadi ga enak sama kalau kita goreng kentang kalau terlalu lama digoreng kentang jadi apa? Yes gosong, kalau gosong jadi ga enak ga bisa dimakan.
Terkadang kita pasti bisa punya perasaan marah, jengkel dan iri tapi jangan dibiarkan terlalu lama di dalam hati kita, karena akhirnya apa akan membuat kita melakukan kesalahan yang ga seharusnya kita lakukan. Seperti Kain tadi sudah diingatkan jangan dibiarkan kemarahan di dalam hatinya tapi karena dia “memasak” terus kemarahan itu di dalam hatinya akhirnya apa yang terjadi Kain membunuh Habel.
What to do?
How to LOVE YOUR FAMILY, walaupun kadang kita tetap bisa jengkel, marah dan juga iri? Ask for God’s help minta pertolongan sama Tuhan, ketika kita merasa jengkel, marah dan juga iri yang perlu kita lakukan adalah berdoa sama Tuhan ceritakan dan juga minta pertolongan agar Tuhan bisa membuat kita mengurangi dan juga mengolah dengan benar rasa jengkel, marah dan iri yang kita rasakan. Dan penting untuk selalu diingat LOVE YOUR FAMILY, FAMILY IS A GIFT FROM GOD.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar