Tujuan : Anak-anak mengerti bahwa Tuhan lebih berkuasa daripada masalah, ketakutan, atau musuh apa.
Super kebenaran : IS THERE ANYTHING TOO HARD FOR GOD? NOTHING!!
Ayat Penuntun : Hakim-hakim 7 (Judges 7)
Ayat Hafalan : Yesaya 14:27 (TB)
TUHAN semesta alam telah merancang, siapakah yang dapat menggagalkannya? Tangan-Nya telah teracung, siapakah yang dapat membuatnya ditarik kembali?
Isaiah 14:27 (NIV)
For the Lord Almighty has purposed, and who can thwart him? His hand is stretched out, and who can turn it back?
Games
Lempar dan tangkap bola pingpong.
Pembuka
Siapa yang pernah merasa kesulitan? Mungkin sekarang ada yang merasa ya soalnya bingung apa itu kesulitan? Contohnya ya kalian mungkin pernah kesulitan waktu mau buka botol saus tomat, botol kecap atau mungkin buka pintu rumah atau bahkan mungkin waktu memakai atau melepas baju. Contoh sederhana ya buat adik-adik yang lebih kecil kalau buat yang udah agak gede yang udah sekolah mungkin SD atau primary school beda lagi kesulitan mengerjakan homework bisa math, science atau bahkan yang lagi banyak terjadi hari-hari ini adalah kesulitan Bahasa Indonesia. Pasti kita semua pernah mengalaminya, kalau merasa kesulitan siapa yang kita cari kalau di rumah? Pasti parents kita atau mungkin kakak kita grandpa grandma mungkin. Kalau di sekolah? Our teacher maybe? Atau mungkin teman kita yang tentunya waktu kita minta tolong itu kepada orang yang kita merasa lebih hebat dari kita. Firman Tuhan hari ini mengajak kita semua untuk tau salah satu atribut atau karakter Tuhan kita yaitu HEBAT, MAHA KUASA atau dalam Bahasa Inggrisnya ALMIGHTY. Yuk kita dengarkan sama-sama ya ceritanya.
Cerita : Gideon dan 300 tentara
Suatu hari Gideon dengan semua anak buahnya bangun pagi-pagi sekali. Mereka pergi dan berkemah di dekat sumber air Harod. Perkemahan orang Midian berada di sebelah utara dari mereka, di lembah dekat Bukit More. TUHAN berkata kepada Gideon, "Anak buahmu terlalu banyak. Aku tak mau memberikan kemenangan kepada mereka atas orang Midian, sebab nanti mereka pikir mereka menang karena kekuatan sendiri, sehingga mereka tidak memuji Aku. Jadi, umumkanlah kepada anak buahmu, 'Siapa yang merasa takut, harus cepat-cepat meninggalkan Gunung Gilead ini dan kembali ke rumahnya.'" Maka ada 22.000 orang yang pulang; dan hanya 10.000 yang tinggal.
Lalu TUHAN berkata lagi kepada Gideon, "Anak buahmu masih terlalu banyak. Bawalah mereka ke sungai. Di sana Aku akan menyaring mereka untuk engkau. Jika Aku berkata kepadamu, 'Orang ini harus pergi dengan engkau,' ia harus pergi. Tetapi jika Aku berkata, 'Orang ini tidak boleh pergi dengan engkau,' ia tidak boleh pergi." Maka Gideon membawa orang-orang itu ke sungai, lalu TUHAN berkata kepada Gideon, "Orang yang menjilat air seperti anjing, harus kaupisahkan dari orang yang berlutut untuk minum." Maka ada 300 orang yang menjilat air dari tangannya; semua yang lain berlutut untuk minum.
Kemudian TUHAN berkata kepada Gideon, "Dengan ketiga ratus orang yang menjilat air itu, Aku akan membebaskan kamu dan memberikan kemenangan kepadamu atas orang Midian. Suruhlah yang lainnya pulang." Karena itu Gideon menyuruh semua orang Israel yang lain pulang kecuali yang tiga ratus itu. Semua bekal dan trompet diambil dari orang-orang yang pulang itu. Orang Midian berada di lembah di bawah tempat orang Israel berkemah.
Malam itu TUHAN berkata kepada Gideon, "Bangun, Gideon! Pergilah menyerang perkemahan orang Midian. Aku memberikan kemenangan kepadamu atas mereka. Tetapi kalau kau takut, ajaklah Pura, hambamu itu pergi bersama-sama ke perkemahan musuh. Nanti kau akan mendengar apa yang dipercakapkan musuh, dan hal itu akan menjadikan engkau berani menyerang." Lalu pergilah Gideon dengan Pura, ke perbatasan perkemahan musuh.
Orang Midian, Amalek dan orang-orang lainnya dari padang pasir, tersebar di mana-mana di lembah itu. Kelihatannya seperti belalang yang berkerumun. Unta-unta mereka banyak sekali seperti pasir di pinggir pantai. Ketika Gideon tiba di sana, ia mendengar seseorang sedang menceritakan mimpinya kepada kawannya. Orang itu berkata begini, "Saya bermimpi ada seketul roti terguling-guling masuk ke perkemahan kita lalu melanggar sebuah kemah. Kemah itu roboh sampai menjadi serata tanah." Kawannya menjawab, "Wah, itu pasti pedang Gideon anak Yoas, orang Israel itu! Berarti Allah sudah memberikan kemenangan kepadanya atas orang Midian dan seluruh angkatan perang kita!" Ketika Gideon mendengar tentang mimpi orang itu dan artinya, ia pun sujud menyembah Allah. Kemudian ia kembali ke perkemahan Israel dan berkata, "Bersiap-siaplah! TUHAN memberikan kemenangan kepadamu atas angkatan perang Midian!"
Lalu Gideon membagi ketiga ratus anak buahnya menjadi tiga regu. Setiap orang diberi sebuah trompet dan sebuah kendi yang berisi obor. Kata Gideon kepada mereka, "Kalau saya tiba di perbatasan perkemahan orang Midian, perhatikan saya baik-baik, dan lakukanlah apa yang saya lakukan. Apabila saya dan regu saya meniup trompet, kalian juga harus meniup trompetmu. Lalu kalian harus berteriak di sekeliling perkemahan itu, 'Untuk TUHAN dan untuk Gideon!'"
Menjelang tengah malam, Gideon dan orang-orangnya tiba di perbatasan perkemahan musuh. Pada waktu itu orang yang mengawal perkemahan itu, baru saja berganti jaga. Lalu Gideon dan regunya meniup trompet dan memecahkan kendi-kendi mereka. Kedua regu yang lainnya berbuat begitu juga. Lalu mereka semuanya mengangkat obor-obor mereka dengan tangan kiri, dan meniup trompet yang ada di tangan kanan mereka. Mereka berteriak, "Pedang untuk TUHAN dan untuk Gideon!"
Mereka semuanya tetap berdiri masing-masing di tempatnya di sekeliling perkemahan itu. Maka seluruh angkatan perang musuh itu lari terbirit-birit sambil berteriak-teriak. Ketika Gideon dan orang-orangnya sedang membunyikan trompet, TUHAN membuat angkatan perang musuh saling menyerang satu sama lain dengan pedang. Mereka lari ke arah Zerera sampai sejauh Bet-Sita dan kota Abel-Mehola dekat Tabat.
Maka suku Naftali, Asyer, dan suku Manasye baik yang di sebelah timur maupun yang di sebelah barat Sungai Yordan dipanggil juga. Lalu mereka mengejar tentara Midian. Juga ke seluruh daerah pegunungan Efraim, Gideon mengirim berita panggilan ini, "Mari turun memerangi orang Midian. Pertahankanlah Sungai Yordan dan semua anak sungai sampai sejauh Bet-Bara. Jangan biarkan orang Midian menyeberang dari sana." Maka orang-orang Efraim pun dikerahkan, lalu mereka mempertahankan Sungai Yordan dan semua anak sungai sampai sejauh Bet-Bara. Dua tokoh bangsa Midian, yaitu Oreb dan Zeeb ditangkap oleh mereka. Oreb dibunuh di Batu Oreb dan Zeeb dibunuh di tempat pemerasan anggur Zeeb. Orang-orang Efraim itu terus mengejar orang Midian, lalu membawa kepala Oreb dan Zeeb kepada Gideon di seberang Yordan bagian timur.
Penutup
Wow, HEBAT banget kan Tuhan kita sebenarnya banyak sekali cerita dalam Alkitab yang menunjukkan GOD ALMIGHTY atau KEHEBATAN, KEMAHA KUASAAN Tuhan kita. Tapi dalam cerita kita hari ini Tuhan dengan sengaja menunjukkan kepada seluruh dunia semua manusia di bumi ini bahwa TUHAN NYA ISRAEL yang juga TUHAN kita semua adalah Tuhan yang sangat HEBAT ALMIGHTY ga ada tandingannya. Ga ada satu hal apapun yang bisa menghalangi Tuhan. IS THERE ANYTHING TOO HARD FOR GOD? NOTHING!!
Gideon awalnya mengumpulkan 32.000 orang untuk melawan pasukan Midian yang sangat besar berjumlah 135.000 orang. Lalu sama Tuhan disuruh untuk mengurangi pasukannya, pengurangan pertama (Ketakutan) : Tuhan menyuruh Gideon untuk memulangkan siapa pun yang "takut” yang mengurangi jumlah pasukan sebanyak 22.000 orang, lalu hanya tersisa 10.000 orang.
Proses pengurangan yang kedua yaitu dengan menguji bagaimana cara prajurit minum :
· Berlutut : Sebagian besar prajurit berlutut untuk minum langsung dari air.
· Menjilat : Hanya 300 prajurit yang menjilat air dari telapak tangan mereka "seperti anjing". Dengan cara minum air yang seperti ini memungkinkan mereka untuk tetap berdiri dan waspada terhadap lingkungan sekitar.
Sediakan 1 mangkuk berisi air penuh dan bisa anda coba sendiri atau minta volunteer salah satu anak untuk mencoba minum (jika memungkinkan dilakukan di luar ruangan atau bisa juga sediakan kain atau keset di lantai). Pilih salah satu cara meminumnya, sebelum dijelaskan alasannya kenapa yang dipilih adalah yang menjilat seperti anjing. Karena ketika seseorang minum dengan wajah mendekat ke air, mereka tidak dapat melihat apa yang terjadi di sekitar mereka. Sedangkan orang-orang yang minum dengan menggunakan tangan dan mengangkat air ke mulut mereka menunjukkan bahwa mereka memperhatikan lingkungan sekitar dan lebih waspada.
Serunya lagi pada saat berperang bukannya menggunakan senjata yang umum seperti tombak, pedang atau senjata tajam lainnya, tapi yang dibawa oleh 300 pasukan itu adalah terompet, guci kosong, dan obor yang disembunyikan di dalam guci. Tapi justru di sanalah kuncinya, karena mereka ga berperang sendiri tapi Tuhan yang berperang. Pada saat berperang apa yang mereka lakukan dengan isyarat Gideon, mereka meniup terompet dan memecahkan guci, sehingga cahaya keluar. Kekacauan itu menyebabkan tentara Midian saling menyerang dan melarikan diri, memberikan kemenangan kepada Israel.
Dalam cerita hari ini Tuhan menunjukkan kuasa-Nya yang mahakuasa dengan sengaja mengecilkan tentara untuk membuktikan bahwa keselamatan dan kemenangan datang dari kehebatan, kemaha kuasaan Tuhan, bukan dari kekuatan manusia.
Menurut kalian pasukan yang seperti apa yang bakalan menang melawan tentara yang banyak 135.000 orang, pasukan besar atau kecil? Kita semua tau jawabannya. Tapi karena Tuhan yang menyuruh Gideon maka Gideon taat walapun awalnya Gideon juga merasa takut dan ragu, tapi Tuhan meyakinkan Gideon bahwa hanya Tuhanlah yang dapat memberikan kemenangan kepada Gideon. Begitu juga dengan kita semua kesulitan apapun yang kita hadapi Tuhan adalah satu-satunya jalan untuk meminta pertolongan. Kita bisa takut dan ragu itu wajar tapi kita semua perlu selalu ingat tidak ada satu hal apapun yang sulit untuk Tuhan. IS THERE ANYTHING TOO HARD FOR GOD? NOTHING!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar