Tujuan : Anak-anak mengerti Tuhan sangat mengasihi mereka apapun yang pernah mereka lakukan dan bahkan yang akan mereka lakukan. Karena kasih Tuhan itu tidak ada batasnya.
Super kebenaran : GOD LOVES US NO MATTER WHAT WE DO
Ayat Hafalan : Efesus 3:18-19 (BIS)
Saya berdoa semoga bersama-sama dengan semua umat Allah, kalian dapat menyelami betapa luasnya dan panjangnya serta tingginya dan dalamnya kasih Kristus, yang dengan akal manusia tidak dapat dipahami sedalam-dalamnya. Semoga kalian mengenal kasih Kristus itu, sehingga kalian penuh dengan kepribadian Allah yang sempurna.
Ephesians 3:18-19 (NLT)
And may you have the power to understand, as all God’s people should, how wide, how long, how high, and how deep his love is. May you experience the love of Christ, though it is too great to understand fully. Then you will be made complete with all the fullness of life and power that comes from God.
Ayat Penuntun : Lukas 15:11-32 (Luke 15:11-32)
Games
Memindahkan balon dengan menggunakan punggung. Dua orang menghimpit balon dengan menggunakan punggung mereka.
Pembuka
Siapa di sini yang pernah berbuat salah? Semua pasti pernah ya. Biasanya kalau berbuat salah apa yang terjadi? Tentu biasanya dimarahin atau worst case dihukum. Hukumannya bisa macam-macam ya. Coba sebutkan hukuman yang terburuk yang pernah kalian terima? Mungkin bisa juga ceritakan pengalaman pribadi kalian sendiri tentang kesalahan dan juga hukuman yang pernah kalian alami sendiri.
Nah, cerita kita hari ini juga tentang seseorang anak yang melakukan kesalahan yang sangat buruk terhadap parents nya. Hayuk mari kita dengarkan sama-sama.
Cerita : Anak yang hilang
Yesus berkata lagi, "Adalah seorang bapak yang mempunyai dua anak laki-laki. Yang bungsu berkata kepadanya, 'Ayah, berilah kepadaku sekarang ini bagianku dari kekayaan kita.' Maka ayahnya membagi kekayaannya itu antara kedua anaknya. Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual bagian warisannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan uangnya dengan hidup berfoya-foya. Ketika uangnya sudah habis semua, terjadilah di negeri itu suatu kelaparan yang besar, sehingga ia mulai melarat. Lalu ia pergi bekerja pada seorang penduduk di situ, yang menyuruh dia ke ladang menjaga babinya.
Ia begitu lapar sehingga ingin mengisi perutnya dengan makanan babi-babi itu. Walaupun ia begitu lapar, tidak seorang pun memberi makanan kepadanya. Akhirnya ia sadar dan berkata, 'Orang-orang yang bekerja pada ayahku berlimpah-limpah makanannya, dan aku di sini hampir mati kelaparan! Aku akan berangkat dan pergi kepada ayahku, dan berkata kepadanya: Ayah, aku sudah berdosa terhadap Allah dan terhadap Ayah. Tidak layak lagi aku disebut anak Ayah. Anggaplah aku seorang pekerja Ayah.'
Maka berangkatlah ia pulang kepada ayahnya. Masih jauh dari rumah, ia sudah dilihat oleh ayahnya. Dengan sangat terharu ayahnya lari menemuinya, lalu memeluk dan menciumnya. 'Ayah,' kata anak itu, 'aku sudah berdosa terhadap Allah dan terhadap Ayah. Tidak layak lagi aku disebut anak Ayah.' Tetapi ayahnya memanggil pelayan-pelayannya dan berkata, 'Cepat! Ambillah pakaian yang paling bagus, dan pakaikanlah kepadanya. Kenakanlah cincin pada jarinya, dan sepatu pada kakinya. Sesudah itu ambillah anak sapi yang gemuk dan sembelihlah. Kita akan makan dan bersukaria. Sebab anakku ini sudah mati, sekarang hidup lagi; ia sudah hilang, sekarang ditemukan kembali.' Lalu mulailah mereka berpesta.
Sementara itu, anak yang sulung ada di ladang. Ketika ia pulang dan sampai di dekat rumah, ia mendengar suara musik dan tari-tarian. Ia memanggil salah seorang dari pelayan-pelayannya, lalu bertanya, 'Ada apa ini di rumah?' Pelayan itu menjawab, 'Adik Tuan kembali! Dan ayah Tuan sudah menyuruh menyembelih anak sapi yang gemuk, sebab ia sudah mendapat kembali anaknya dalam keadaan selamat!'
Anak yang sulung itu marah sekali sehingga ia tidak mau masuk ke rumah. Lalu ayahnya keluar dan membujuk dia masuk. Tetapi ia berkata, 'Bertahun-tahun lamanya aku bekerja mati-matian untuk Ayah. Tidak pernah aku membantah perintah Ayah. Dan apakah yang Ayah berikan kepadaku? Seekor kambing pun belum pernah Ayah berikan untuk aku berpesta dengan kawan-kawanku! Anak Ayah itu sudah menghabiskan kekayaan Ayah dengan perempuan pelacur, tetapi begitu ia kembali, Ayah menyembelih anak sapi yang gemuk untuk dia!' 'Anakku,' jawab ayahnya, 'engkau selalu ada di sini dengan aku. Semua yang kumiliki adalah milikmu juga. Tetapi kita harus berpesta dan bergembira, sebab adikmu itu sudah mati, tetapi sekarang hidup lagi; ia sudah hilang, tetapi sekarang telah ditemukan kembali.'"
Penutup
Dari cerita Firman Tuhan hari ini ada yang bisa sebutkan siapa yang melakukan kesalahan? Yes anak bungsu dan juga anak sulung tentunya. Ok kita lanjut dulu. Kesalahan apa yang dilakukan oleh anak bungsu? Anak bungsu itu minta hartanya lalu pergi meninggalkan rumah bapa nya. Kalau anak sulung apa ini kesalahan nya? Anak sulung itu marah karena iri terhadap anak bungsu dan dia melakukan semua perintah bapa nya ternyata hanya untuk mengharapkan sesuatu balik bukan karena anak sulung itu adalah anak yang baik dan mengasihi bapa nya.
Sekarang pertanyaan yang paling penting hukuman apa yang diterima oleh anak bungsu dan anak sulung itu? Ga ada ga ada ternyata. Wow, betapa bapa nya sangat sayang sama anak-anaknya apalagi terhadap anak yang bungsu. Ya karena anak bungsu itu sudah pergi meninggalkan rumah bapa nya kembali ga bawa apa-apa malah sangat miskin tapi bapa nya memberikan dia jubah yang paling bagus, cincin dan sepatu baru, bahkan bapa nya juga memotong anak sapi yang gemuk untuk berpesta pora menyambut anaknya yang sudah pergi dan sekarang kembali lagi.
Cerita Firman Tuhan hari ini adalah gambaran tentang KASIH BAPA di SURGA untuk orang-orang yang terhilang, terhilang gimana maksudnya? Terhilang adalah seperti anak-anak yang belum mengenal Tuhan atau yang pernah mengenal Tuhan tapi ketika mereka remaja atau bahkan dewasa mereka tidak lagi berdoa, tidak lagi baca Alkitab dan bahkan tidak lagi pergi ke gereja. Mungkin sekarang ini kita sebagai anak-anak yang selalu rajin datang ke JOY, ke sekolah minggu, rajin ibadah online, berdoa dan baca Alkitab. Tapi suatu saat nanti mungkin ketika kita sudah besar jadi anak remaja atau teens mungkin ketika kita dewasa jadi adult kita bisa saja lupa dan tidak lagi melakukan hal yang kita lakukan sekarang ini tapi satu hal ini kita ga boleh lupa GOD LOVES US NO MATTER WHAT WE DO.
Apapun yang pernah kita lakukan kalau kita sungguh-sungguh mau bertobat mau kembali ke jalan yang benar mau kembali berdoa, baca Alkitab dan sungguh-sungguh kembali seperti anak bungsu tadi Tuhan pasti akan selalu mau mengampuni kita. GOD LOVES US NO MATTER WHAT WE DO.
Mungkin seandainya kita sampai nanti dewasa kita tidak pernah menjadi seperti anak bungsu ini yang meninggalkan rumah bapa kita, tapi kita juga tidak perlu untuk menjadi seperti anak sulung, yang marah dan iri ketika Bapa kita mengampuni anak bungsu, karena kita sama-sama tau dan belajar hari ini bahwa GOD LOVES US NO MATTER WHAT WE DO. Apapun yang pernah kita lakukan apapun yang akan kita lakukan Tuhan selalu mengasihi kita semua tanpa terkecuali. Jadi selalu ingat mau nanti kita jadi seperti anak sulung atau anak bungus always remember GOD LOVES US NO MATTER WHAT WE DO.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar