Minggu, 21 September 2025

Renungan Harian 22-27 September 2025

Monday, 22nd September 2025

GOD LOVES US NO MATTER WHAT WE DO

 

Ayat hafalan : Efesus 3:18-19 (BIS)

Saya berdoa semoga bersama-sama dengan semua umat Allah, kalian dapat menyelami betapa luasnya dan panjangnya serta tingginya dan dalamnya kasih Kristus, yang dengan akal manusia tidak dapat dipahami sedalam-dalamnya. Semoga kalian mengenal kasih Kristus itu, sehingga kalian penuh dengan kepribadian Allah yang sempurna

 

Ayat bacaan : Lukas 15:18-21 (BIS)

Aku akan berangkat dan pergi kepada ayahku, dan berkata kepadanya: Ayah, aku sudah berdosa terhadap Allah dan terhadap Ayah. Tidak layak lagi aku disebut anak Ayah. Anggaplah aku seorang pekerja Ayah.' Maka berangkatlah ia pulang kepada ayahnya. Masih jauh dari rumah, ia sudah dilihat oleh ayahnya. Dengan sangat terharu ayahnya lari menemuinya, lalu memeluk dan menciumnya. 'Ayah,' kata anak itu, 'aku sudah berdosa terhadap Allah dan terhadap Ayah.

 

Apa ada yang pernah joy kid melakukan kesalahan  dengan orang tua kita, pastinya pernah ya.. apakah kita merasa menyesal setelah melakunya itu iya pastinya ya..dan orang tua kita pasti akan memaafkan kita karena kita adalah anaknya meskipun kita sudah berbuat salah orang tua kita pasti akan memaafkannya apalagi Bapa kita disurga. Seperti super kebenaran kita minggu ini GOD LOVES US NO MATTER WHAT WE DO.

 

 

 

 

 

Tuesday, 23rd September 2025

GOD LOVES US NO MATTER WHAT WE DO

 

Ayat hafalan : Efesus 3:18-19 (BIS)

Saya berdoa semoga bersama-sama dengan semua umat Allah, kalian dapat menyelami betapa luasnya dan panjangnya serta tingginya dan dalamnya kasih Kristus, yang dengan akal manusia tidak dapat dipahami sedalam-dalamnya. Semoga kalian mengenal kasih Kristus itu, sehingga kalian penuh dengan kepribadian Allah yang sempurna

 

Ayat bacaan : Lukas 15:20-24 (BIS)

Maka berangkatlah ia pulang kepada ayahnya. Masih jauh dari rumah, ia sudah dilihat oleh ayahnya. Dengan sangat terharu ayahnya lari menemuinya, lalu memeluk dan menciumnya. 'Ayah,' kata anak itu, 'aku sudah berdosa terhadap Allah dan terhadap Ayah. Tidak layak lagi aku disebut anak Ayah.' Tetapi ayahnya memanggil pelayan-pelayannya dan berkata, 'Cepat! Ambillah pakaian yang paling bagus, dan pakaikanlah kepadanya. Kenakanlah cincin pada jarinya, dan sepatu pada kakinya. Sesudah itu ambillah anak sapi yang gemuk dan sembelihlah. Kita akan makan dan bersukaria. Sebab anakku ini sudah mati, sekarang hidup lagi; ia sudah hilang, sekarang ditemukan kembali. 

 

Dari sini kita diajarkan tentang Kasih dan Pengampunan Tanpa Syarat: Bapa dalam perumpamaan ini menunjukkan kasih yang begitu besar dan pengampunan tanpa syarat kepada anak bungsunya yang telah bertobat, meskipun ia telah melakukan kesalahan besar. Ini mengajarkan kita bahwa Tuhan selalu siap menyambut kita kembali dengan tangan terbuka, tidak peduli seberapa jauh kita telah tersesat. So joy kid mari kita mau belajar meminta maaf setelah melakukan kesalahan ya.

 

 

 

 

 

 

Wednesday, 24th September 2025

GOD LOVES US NO MATTER WHAT WE DO

 

Ayat hafalan : Efesus 3:18-19 (BIS)

Saya berdoa semoga bersama-sama dengan semua umat Allah, kalian dapat menyelami betapa luasnya dan panjangnya serta tingginya dan dalamnya kasih Kristus, yang dengan akal manusia tidak dapat dipahami sedalam-dalamnya. Semoga kalian mengenal kasih Kristus itu, sehingga kalian penuh dengan kepribadian Allah yang sempurna

 

Ayat bacaan: Lukas 15:20-21 (BIS)

Maka berangkatlah ia pulang kepada ayahnya. Masih jauh dari rumah, ia sudah dilihat oleh ayahnya. Dengan sangat terharu ayahnya lari menemuinya, lalu memeluk dan menciumnya. 'Ayah,' kata anak itu, 'aku sudah berdosa terhadap Allah dan terhadap Ayah. Tidak layak lagi aku disebut anak Ayah.

 

Dari sini anak bungsu sadar dan kembali kerumah dan meminta maaf dengan ayahnya,dan ayahnya dengan suka cita menerima anaknya kembali meskipun anaknya berbuat salah kepadanya. Seperti juga diajarkan bahwa pengampunan Tuhan datang melalui kerendahan hati dan pengakuan dosa. Karena Tuhan mencintai kita apa adanya. 

 

 

 

 

 

Thursday, 25th September 2025

GOD LOVES US NO MATTER WHAT WE DO

 

Ayat hafalan : Efesus 3:18-19 (BIS)

Saya berdoa semoga bersama-sama dengan semua umat Allah, kalian dapat menyelami betapa luasnya dan panjangnya serta tingginya dan dalamnya kasih Kristus, yang dengan akal manusia tidak dapat dipahami sedalam-dalamnya. Semoga kalian mengenal kasih Kristus itu, sehingga kalian penuh dengan kepribadian Allah yang sempurna

 

Ayat bacaan: Lukas 15:29 (BIS)

Tetapi ia berkata, 'Bertahun-tahun lamanya aku bekerja mati-matian untuk Ayah. Tidak pernah aku membantah perintah Ayah. Dan apakah yang Ayah berikan kepadaku? Seekor kambing pun belum pernah Ayah berikan untuk aku berpesta dengan kawan-kawanku!

 

Perilaku anak sulung yang marah dan tidak mau ikut serta dalam pesta perayaan penyambutan adiknya juga menunjukkan sikap yang tidak mendukung perubahan baik orang lain. Perumpamaan ini mengajarkan kita untuk menyambut dan mendukung orang-orang yang berusaha memperbaiki diri, bukan menghakimi atau mencemooh mereka. Mungkin diantara joykid punya teman yang merasa seperti itu kita tidak boleh menjauhinya. Karena Tuhan Yesus mengajari kita untuk selalu mengasihi teman-teman kita apapun yang sedang dialami mereka.

 

 

 

 

 

Friday, 26th September 2025

GOD LOVES US NO MATTER WHAT WE DO

 

Ayat hafalan : Efesus 3:18-19 (BIS)

Saya berdoa semoga bersama-sama dengan semua umat Allah, kalian dapat menyelami betapa luasnya dan panjangnya serta tingginya dan dalamnya kasih Kristus, yang dengan akal manusia tidak dapat dipahami sedalam-dalamnya. Semoga kalian mengenal kasih Kristus itu, sehingga kalian penuh dengan kepribadian Allah yang sempurna

 

Ayat bacaan: Lukas 15:11-15 (BIS)

Yesus berkata lagi, "Adalah seorang bapak yang mempunyai dua anak laki-laki. Yang bungsu berkata kepadanya, 'Ayah, berilah kepadaku sekarang ini bagianku dari kekayaan kita.' Maka ayahnya membagi kekayaannya itu antara kedua anaknya. Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual bagian warisannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan uangnya dengan hidup berfoya-foya. Ketika uangnya sudah habis semua, terjadilah di negeri itu suatu kelaparan yang besar, sehingga ia mulai melarat.Lalu ia pergi bekerja pada seorang penduduk di situ, yang menyuruh dia ke ladang menjaga babinya.

 

Hikmat Tuhan Lebih Besar dari Hikmat Manusia: Anak bungsu terlalu percaya diri dan menganggap dirinya lebih bijak, sehingga ia berani meninggalkan rumah dan meminta warisan. Ini menjadi peringatan agar kita tidak merasa lebih bijak daripada Tuhan atau Firman-Nya, tetapi senantiasa taat kepada-Nya dan kebijaksanaan-Nya. Dan kita dipanggil untuk bertobat dan kembali kepada Bapa, dan juga untuk menunjukkan kasih serta pengampunan yang sama kepada sesame. Jadi jangan membiarkan teman-teman kita jauh dari kasih Tuhan. Misalnya kita ajak teman-teman kita untuk datang ke sekolah minggu.

 

 

 

 

 

Saturday, 27th September 2025

GOD LOVES US NO MATTER WHAT WE DO

 

Ayat hafalan : Efesus 3:18-19 (BIS)

Saya berdoa semoga bersama-sama dengan semua umat Allah, kalian dapat menyelami betapa luasnya dan panjangnya serta tingginya dan dalamnya kasih Kristus, yang dengan akal manusia tidak dapat dipahami sedalam-dalamnya. Semoga kalian mengenal kasih Kristus itu, sehingga kalian penuh dengan kepribadian Allah yang sempurna

 

Ayat bacaan : Lukas 15:31-32 (BIS)

'Anakku,' jawab ayahnya, 'engkau selalu ada di sini dengan aku. Semua yang kumiliki adalah milikmu juga.Tetapi kita harus berpesta dan bergembira, sebab adikmu itu sudah mati, tetapi sekarang hidup lagi; ia sudah hilang, tetapi sekarang telah ditemukan kembali.'"

 

Dari cerita minggu ini kita diajarkan bahwa kasih Allah yang tak terbatas kepada manusia berdosa, kesediaan-Nya untuk menerima pertobatan, dan pentingnya sikap pengampunan. Jika kita berdosa atau salah kita harus mengakui kesalahan kita kepada Bapa sama seperti anak bungsu. Jangan ragu kembali kepada Tuhan, karena kasihNya jauh lebih dalam dari kesalahan kita. Tuhan Yesus akan selalu menerima kita.

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar