Minggu, 13 Juli 2025

Renungan 14-19 Juli 2025

 Monday, 14 July 2025

LET’S CHOOSE TO LISTEN TO GOD’S VOICE

AYAT HAFALAN :

MAZMUR 85:9 (BIS)

Aku mau mendengar perkataan TUHAN Allah; Ia menjanjikan kesejahteraan kepada kita, umat-Nya, asal kita tidak kembali berbuat dosa.

Ayat Penuntun : Markus 7:31-32 (BIS) 

Kemudian Yesus meninggalkan daerah Tirus, dan meneruskan perjalanan-Nya melalui Sidon ke Danau Galilea. Ia mengambil jalan lewat daerah Sepuluh Kota. Di situ orang membawa kepada-Nya seorang yang bisu tuli. Mereka minta Yesus meletakkan tangan-Nya ke atas orang itu.

Saat dalam kesusahan kadang kita merasa putus asa dan tidak punya pengharapan. Disini kita bisa belajar bahwa melalui tangan Tuhan Yesus yang penuh kuasa itu mampu menolong kita, seperti yang di alami oleh seorang yang tuli dan gagap. Tuhan Yesus sanggup menyembuhkan melalui kuasa-Nya.

Ayat ini menyoroti kuasa penyembuhan Tuhan Yesus, bahkan atas kondisi yang tampaknya tidak mungkin untuk disembuhkan. Tuhan Yesus sanggup untuk memulihkan. Dengan Tuhan Yesus meletakkan tangan-Nya menunjukkan IMAN kita percaya pada kuasa penyembuhan Tuhan Yesus.



Tuesday, 15 July 2025

LET’S CHOOSE TO LISTEN TO GOD’S VOICE

AYAT HAFALAN :

MAZMUR 85:9 (BIS)

Aku mau mendengar perkataan TUHAN Allah; Ia menjanjikan kesejahteraan kepada kita, umat-Nya, asal kita tidak kembali berbuat dosa.

Ayat Penuntun : Markus 7:33 (BIS)

Yesus membawa orang itu menyendiri dari orang banyak, lalu meletakkan jari-Nya ke dalam kedua telinga orang itu. Lantas Yesus meludah, dan menjamah lidah orang itu.

Tuhan Yesus melakukan hal ini karena ingin memberi perhatian penuh kepada orang tuli dan gagap itu tanpa mengalihkan perhatian orang banyak akan pengajarannya saat itu.

Tindakan Tuhan Yesus mungkin memiliki makna simbolis tentang memasukkan jari ke telinga yaitu menunjukkan Tuhan Yesus akan membuka telinga untuk mendengar dan Tuhan Yesus meludah serta menyentuh lidah menunjukkan Tuhan Yesus akan membuka mulut orang itu untuk berbicara. Di sini Tuhan Yesus menunjukkan kuasanya dalam menyembuhkan orang.



Wednesday, 16 July 2025

LET’S CHOOSE TO LISTEN TO GOD’S VOICE

AYAT HAFALAN :

MAZMUR 85:9 (BIS)

Aku mau mendengar perkataan TUHAN Allah; Ia menjanjikan kesejahteraan kepada kita, umat-Nya, asal kita tidak kembali berbuat dosa.

Ayat Penuntun : Markus 7:34 (BIS)

Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya: ”Efata!”, artinya: Terbukalah!

Efata" adalah kata dalam bahasa Aram yang berarti "terbukalah". Dari ayat ini kita dapat melihat bahwa Yesus memiliki kuasa untuk menyembuhkan secara fisik dan rohani. 

Tindakannya menunjukkan belas kasihan, kuasa Allah, dan pentingnya keterbukaan hati manusia untuk menerima karya keselamatan-Nya. 

Kisah ini juga menekankan bahwa penyembuhan Yesus bukan hanya untuk individu, tetapi penyembuhan rohani orang berdosa. Keterbukaan hati dan penerimaan terhadap firman Tuhan adalah kunci untuk mengalami pemulihan rohani.



Thursday, 17 July 2025

LET’S CHOOSE TO LISTEN TO GOD’S VOICE

AYAT HAFALAN :

MAZMUR 85:9 (BIS)

Aku mau mendengar perkataan TUHAN Allah; Ia menjanjikan kesejahteraan kepada kita, umat-Nya, asal kita tidak kembali berbuat dosa.

Ayat Penuntun : Markus 7:35 (BIS)

Telinga orang itu terbuka dan lidahnya menjadi lemas kembali, dan ia mulai berbicara dengan mudah.

Orang yang sebelumnya dari tuli dan gagap sekarang dapat berbicara dengan baik, menunjukkan pemulihan total. 

Penyembuhan ini tidak hanya bersifat fisik saja, tetapi juga rohani. Orang tersebut sebelumnya terisolasi karena ketulian dan ketidakmampuannya berbicara, namun sekarang ia dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan dunia sekitarnya. 

Kuasa ini tidak hanya terbatas pada penyembuhan fisik, tetapi juga mencakup pemulihan rohani dan kebebasan dari keterikatan dosa.




Friday, 18 July 2025

LET’S CHOOSE TO LISTEN TO GOD’S VOICE

AYAT HAFALAN :

MAZMUR 85:9 (BIS)

Aku mau mendengar perkataan TUHAN Allah; Ia menjanjikan kesejahteraan kepada kita, umat-Nya, asal kita tidak kembali berbuat dosa.

Ayat Penuntun : Markus 7:36 (BIS)

Lalu Yesus melarang mereka sekalian untuk menceritakan hal itu kepada siapa pun. Tetapi semakin Yesus melarang, semakin pula mereka menyebarkannya.

‭‭Yesus menyembuhkan seorang pria yang tuli dan bisu, dan kemudian melarang orang-orang yang menyaksikan penyembuhan itu untuk tidak menceritakannya kepada siapapun.

Dari ayat ini kita belajar tentang bagaimana merespons karya Tuhan dalam hidup kita dan bagaimana membagikan pengalaman hidup kita kepada orang lain.



Saturday, 19 July 2025

LET’S CHOOSE TO LISTEN TO GOD’S VOICE

AYAT HAFALAN :

MAZMUR 85:9 (BIS)

Aku mau mendengar perkataan TUHAN Allah; Ia menjanjikan kesejahteraan kepada kita, umat-Nya, asal kita tidak kembali berbuat dosa.

Ayat Penuntun : Markus 7:37 (BIS)

Dan semua orang yang mendengar itu heran sekali. Mereka berkata, “Semuanya dibuat-Nya dengan baik! Bahkan Ia membuat orang tuli mendengar dan orang bisu berbicara!

ketika orang banyak melihat Yesus menyembuhkan seorang tuli dan bisu. ketika orang banyak melihat Yesus menyembuhkan seorang tuli dan bisu. 

Hal ini juga mengajak kita untuk membuka hati kita kepada Yesus, agar Dia dapat menyembuhkan kita dari kebisuan rohani dan ketulian terhadap firman-Nya. Dengan hati yang terbuka, kita dapat mendengar suara Tuhan, memahami ajaran-Nya, dan mewartakan kasih-Nya kepada orang lain. 

Ungkapan "Ia menjadikan segala-galanya baik" mengingatkan kita bahwa Yesus tidak hanya menyembuhkan, tetapi juga membawa pemulihan total dalam hidup kita. Dalam hubungan dengan-Nya, kita dapat mengalami perubahan dan menjadi pribadi yang lebih baik, sesuai dengan rencana-Nya.











Tidak ada komentar:

Posting Komentar