Tujuan : Anak-anak mengerti bahwa sama seperti tubuh mereka membutuhkan makanan untuk tumbuh dan menjadi kuat, jiwa mereka membutuhkan Tuhan Yesus untuk memiliki hidup kekal dan rohani yang sehat.
Super kebenaran : JESUS IS THE BREAD OF LIFE
Ayat Penuntun : Yohanes 6:1-15;22-35 (John 6:1-15;22-35)
Ayat Hafalan : Yohanes 6:35 (BIS)
Akulah roti yang memberi hidup," kata Yesus kepada mereka. "Orang yang datang kepada-Ku tidak akan lapar lagi untuk selamanya. Dan orang yang percaya kepada-Ku tidak akan haus lagi untuk selamanya.
John 6:35 (NLT)
Jesus replied, “I am the bread of life. Whoever comes to me will never be hungry again. Whoever believes in me will never be thirsty.
Games
Menyusun beberapa macam roti lalu menggelindingkan botol (bisa botol aqua yang ada isinya atau botol kaca atau kaleng) berusaha untuk mendapatkan roti yang disukai dari susunan rotiyang sudah disediakan.
Pembuka
Mulailah dengan beberapa aktivitas untuk membuka tema "ROTI". Ada beberapa pilihan yang dapat digunakan untuk ini, jadi pilihlah satu atau gunakan dua aktifitas yang sesuai untuk kelas atau situasi masing-masing.
Estafet roti : Bagi anak-anak menjadi dua tim. Minta kelompok-kelompok tersebut berbaris dan bergiliran berlomba melintasi ruangan dan kembali, dengan sentuhan "roti"! Mungkin bisa anak-anak berusaha menyeimbangkan potongan roti atau roti manis di kepala atau kaki mereka saat mereka melintasi ruangan.
Sandwich challenge : pilih satu anak untuk ditutup matanya. Minta anakyang lain untuk membimbingnya melalui proses membuat sandwich selai kacang dan jeli, hanya menggunakan suara instruksi temannya. Ini juga dapat dilakukan sebagai perlombaan antara dua tim.
Tanyakan kepada anak-anak jenis roti apa yang mereka sukai. Untuk apa mereka menggunakan roti? Pernahkah mereka membuatnya sendiri? Mengapa membahas tentang roti apa pentingnya roti? Jelaskan bahwa kisah Alkitab hari ini berkaitan dengan roti… tetapi bukan jenis roti yang mungkin mereka pikirkan atau yang sering mereka makan!
Cerita : 5 roti 2 ikan dan cerita lanjutannya
Beberapa waktu kemudian Yesus pergi ke seberang Danau Galilea, yang disebut juga Danau Tiberias. Setibanya di sana, banyak orang mengikuti Dia sebab mereka sudah melihat keajaiban-keajaiban yang dibuat-Nya dengan menyembuhkan orang-orang sakit. Yesus naik ke atas bukit, lalu duduk di situ dengan pengikut-pengikut-Nya.
Pada waktu itu sudah dekat Hari Raya Paskah Yahudi. Waktu Yesus melihat ke sekeliling-Nya, Ia melihat orang berduyun-duyun datang kepada-Nya. Maka Ia berkata kepada Filipus, "Di mana kita dapat membeli makanan, supaya semua orang ini bisa makan?" (Yesus sudah tahu apa yang akan dilakukan-Nya, tetapi Ia berkata begitu sebab Ia mau menguji Filipus.) Filipus menjawab, "Roti seharga dua ratus uang perak tidak akan cukup untuk orang-orang ini, sekalipun setiap orang hanya mendapat sedikit saja."
Seorang pengikut Yesus yang lain, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata, "Di sini ada anak laki-laki dengan lima roti dan dua ikan. Tetapi apa artinya itu untuk orang sebanyak ini?""Suruhlah orang-orang itu duduk," kata Yesus. Di tempat itu ada banyak rumput, jadi orang-orang itu duduk di rumput--semuanya ada kira-kira lima ribu orang laki-laki.
Kemudian Yesus mengambil roti itu, lalu mengucap syukur kepada Allah. Sesudah itu Ia membagi-bagikan roti itu kepada orang banyak. Kemudian Ia membagi-bagikan ikan itu, dan mereka makan sepuas-puasnya. Setelah semuanya makan sampai kenyang, Yesus berkata kepada pengikut-pengikut-Nya, "Kumpulkanlah kelebihan makanan itu; jangan sampai ada yang terbuang." Lalu mereka mengumpulkan dua belas bakul penuh kelebihan makanan dari lima roti yang dimakan oleh orang banyak itu. Ketika orang banyak melihat keajaiban yang dibuat oleh Yesus, mereka berkata, "Sungguh, inilah Nabi yang diharapkan datang ke dunia!"Yesus tahu mereka mau datang untuk memaksa Dia menjadi raja mereka. Sebab itu pergilah Ia menyingkir ke daerah berbukit.
Keesokan harinya orang banyak yang masih tinggal di seberang danau, menyadari bahwa tadinya hanya ada satu perahu di sana. Mereka tahu bahwa pengikut-pengikut Yesus sudah berangkat dengan perahu itu, sedangkan Yesus tidak ikut. Kemudian beberapa perahu dari kota Tiberias datang dan berlabuh di dekat tempat orang banyak itu makan roti sesudah Tuhan mengucap syukur. Ketika orang banyak itu melihat bahwa baik Yesus maupun pengikut-pengikut-tak ada di situ, mereka juga naik perahu-perahu itu dan pergi ke Kapernaum mencari Yesus.
Ketika orang-orang itu bertemu dengan Yesus di seberang danau, mereka bertanya kepada-Nya, "Bapak Guru, kapan Bapak sampai di sini?" Yesus menjawab, "Sungguh, kalian mencari Aku bukan karena kalian sudah mengerti maksud keajaiban-keajaiban yang Kubuat, tetapi karena kalian sudah makan sampai kenyang. Janganlah bekerja untuk mendapat makanan yang bisa habis dan busuk. Bekerjalah untuk mendapat makanan yang tidak bisa busuk dan yang memberi hidup sejati dan kekal. Makanan itu akan diberikan oleh Anak Manusia kepadamu, sebab Ia sudah dilantik oleh Allah Bapa."
Lalu mereka bertanya kepada-Nya, "Kami harus berbuat apa untuk melakukan kehendak Allah?" Yesus menjawab, "Inilah yang diinginkan Allah dari kalian: percayalah kepada Dia yang diutus Allah." "Kalau begitu," kata mereka, "bukti apa yang dapat Bapak berikan supaya kami melihat dan percaya kepada Bapak? Apa yang akan Bapak lakukan? Nenek moyang kami makan manna di padang gurun, seperti tertulis di dalam Alkitab, 'Ia memberi mereka makan roti dari surga.'"
Lalu Yesus berkata kepada mereka, "Percayalah: Bukan Musa, melainkan Bapa-Kulah yang memberi kepadamu roti yang sesungguhnya dari surga. Sebab roti yang diberi Allah adalah Dia yang turun dari surga dan memberi hidup kepada manusia di dunia." "Bapak," kata mereka, "berilah kepada kami roti itu selalu." "Akulah roti yang memberi hidup," kata Yesus kepada mereka. "Orang yang datang kepada-Ku tidak akan lapar lagi untuk selamanya. Dan orang yang percaya kepada-Ku tidak akan haus lagi untuk selamanya.
Penutup
Cerita minggu ini mungkin bisa agak berat untuk beberapa usia, jadi bisa disesuaikan dengan kelas masing-masing tidak harus diceritakan semua.
Dalam cerita hari ini fokusnya adalah lanjutan dari cerita ketika Tuhan Yesus membuat mujizat memberi makan 5000 orang. Di cerita lanjutannya Tuhan Yesus menyebut Diri-Nya sebagai roti kehidupan. JESUS IS THE BREAD OF LIFE.
Tuhan Yesus memperingatkan orang-orang ini bahwa ada hal-hal yang lebih penting daripada makanan yang memuaskan rasa lapar fisik. Ia mengatakan kepada orang-orang untuk tidak berfokus pada makanan yang mudah busuk, tetapi pada hal-hal yang mengarah kepada kehidupan kekal. Mereka sedikit bingung, tetapi Tuhan Yesus menyuruh mereka untuk percaya kepada-Nya. Para pendengar-Nya meminta semacam tanda, sama seperti pada waktu orang Israel menerima roti manna dari surga sebagai tanda kehadiran Allah. Tuhan Yesus menjelaskan bahwa Allah mengirimkan roti itu dari surga, tapi Allah juga mengirimkan jenis roti yang berbeda dari surga, untuk memberi hidup kekal kepada dunia. Yang dibicarakan oleh Tuhan Yesus pada saat itu adalah tentang Diri-Nya sendiri! Dialah roti kehidupan yang sejati. Tuhan Yesus berkata bahwa Ia diutus untuk memberi hidup kekal, dan bahwa semua orang yang “makan roti-Nya” tidak akan pernah lapar lagi.
Apa artinya itu? Jelas, perut kita akan lapar, kita tetap perlu makan. Tetapi yang dikatakan oleh Tuhan Yesus mengarah pada sesuatu yang lebih dari itu. Dia berbicara tentang memuaskan rasa lapar jiwa. Kita memiliki kebutuhan spiritual akan hal-hal yang tidak dapat dipenuhi dengan makanan atau barang-barang materi lainnya. Entah kita menyadarinya atau tidak, kita memiliki kerinduan yang hanya dapat dipenuhi oleh Kristus. Kita perlu diberi makan secara spiritual agar dapat bertumbuh dalam iman dan melayani orang lain. Jadi bagaimana kita melakukannya? Bagaimana kita dapat "menikmati" berkat-berkat Tuhan Yesus? Kita berdoa; kita membaca Firman-Nya; ketika kita datang ke gereja atau JOY.
Tuhan Yesus ingin kita mengenal-Nya dan itulah sebabnya Dia mengatakan kepada kita bahwa Dia adalah roti kehidupan. JESUS IS THE BREAD OF LIFE. Tidak ada camilan atau makanan yang akan benar-benar memuaskan kita, tetapi mengenal Tuhan Yesus akan memberi kita hidup selamanya. JESUS IS THE BREAD OF LIFE, itu artinya kita semua bergantung kepada Tuhan dalam segala hal dan hanya Tuhan Yesus saja yang bisa memberi kita makanan rohani selain itu bahwa Allah telah memberi kita harta yang paling berharga dalam kehidupan, yaitu Yesus Kristus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar