Tujuan : Anak-anak belajar untuk memaafkan orang lain tanpa perhitungan karena Tuhan sudah lebih dahulu mengampuni semua dosa-dosa kita.
Super kebenaran : WE SHOULD FORGIVE WITHOUT COUNTING
Ayat Hafalan : Efesus 4:32 (BIS)
Sebaliknya, hendaklah kalian baik hati dan berbelaskasihan seorang terhadap yang lain, dan saling mengampuni sama seperti Allah pun mengampuni kalian melalui Kristus.
Ephesians 4:32 (NLT)
Instead, be kind to each other, tenderhearted, forgiving one another, just as God through Christ has forgiven you.
Ayat Penuntun : Matius 18:21-35 (Matthew 18:21-35)
Games
Lomba menghitung perkalian. Siapa yang cepat menjawab adalah pemenangnya. Last question adalah tujuh puluh kali tujuh.
Pembuka
Siapa di sini yang pintar berhitung?
Ayo kita coba hitung-hitungan ya.. buat yang ga suka hitungan it’s okay ya dengerkan saja. Buat yang suka jangan lupa ketik di kolom komentar semua jawaban kalian.
Tapi hari ini hitungan kita adalah tentang perkalian ya jadi buat adik-adik yang masih di bawah umur… hehehe.. enjoy aja ya..
Yang pertama, 4x4? 10x10? 7x7? Wah gampang kan ya pertanyaan nya.. sekarang coba 25x3? 12x5? 70x7?
Nah, cerita BIBLE kita today itu juga ini ya tentang hitung-hitungan. Ada orang yang suka hitung-hitungan juga nih. Mungkin sebagian kita juga gitu ya bukan ngitung-ngitung tapi hitung-hitungan. Contoh : ada pizza mommy atau daddy beli pizza 1 loyang (kalau bisa sediakan pizza juga boleh) total ada berapa slice ini? Wah, ada 8 slice nah di rumah ada 4 orang supaya adil gimana? Semua suka makan pizza jadi supaya adil harusnya 1 orang makan berapa? Yes 2 slice ya. Tapi nih, mommy bilang gpp deh mommy diet jadi mommy makan only 1 slice nah 1 slice nya kalian terserah deh siapa yang mau. Supaya tetap adil harusnya 1 slice dibagi jadi 3 ya kan? Tapi ternyata adik kita atau kakak kita makannya cepat banget dan akhirnya melahap slice pizza milik mommy yang ga dimakan wah.. kita jadi jengkel dong ya.. tapi hari ini kita diajak untuk jadi anak-anak yang tidak hitung-hitungan. Yuk, kita dengerin dulu aja ceritanya. Jangan kebayang makan pizza ya ntar di rumah ya minta mommy atau daddy.
Cerita : Hamba yang tidak mau mengampuni
Kemudian Petrus datang kepada Yesus dan bertanya, "Tuhan, kalau saudara saya berdosa terhadap saya, sampai berapa kali saya harus mengampuni dia? Sampai tujuh kalikah?"Yesus menjawab, "Tidak, bukan sampai tujuh kali, tetapi tujuh puluh kali tujuh kali!
Sebab apabila Allah memerintah, keadaannya seperti dalam perumpamaan ini: Seorang raja mau menyelesaikan utang-utang hamba-hambanya. Waktu ia mulai mengadakan pemeriksaan, dihadapkan kepadanya seorang hamba yang berutang berjuta-juta, dan tidak dapat melunasinya. Jadi, raja itu memerintahkan supaya hamba itu dijual bersama-sama dengan anak istrinya, dan segala harta miliknya untuk membayar utangnya.
Hamba itu sujud di depan raja itu, dan memohon, 'Tuan, sabarlah terhadap hamba. Hamba akan melunasi semua utang hamba.' Raja itu kasihan kepadanya, sehingga ia menghapuskan semua utangnya.
Ketika hamba itu keluar, ia berjumpa dengan kawannya, seorang hamba juga, yang berutang kepadanya beberapa ribu. Ia menangkap kawannya itu, mencekiknya, dan berkata, 'Bayarlah semua utangmu!' Lalu kawannya itu sujud di depannya sambil memohon, 'Sabarlah dulu kawan, semuanya akan saya bayar!' Tetapi hamba itu menolak. Sebaliknya, ia memasukkan dia ke dalam penjara sampai ia membayar utangnya.
Ketika hamba-hamba yang lain melihat apa yang sudah terjadi, mereka sedih dan melaporkan hal itu kepada raja. Maka raja itu memanggil hamba yang jahat itu dan berkata kepadanya, 'Hamba yang jahat! Seluruh utangmu sudah kuhapuskan hanya karena engkau memohon kepadaku. Bukankah engkau pun harus menaruh kasihan kepada kawanmu seperti aku pun sudah menaruh kasihan kepadamu?' Raja itu sangat marah. Hamba yang jahat itu dimasukkannya ke dalam penjara sampai ia melunasi semua utangnya."
Yesus mengakhiri cerita-Nya dengan kata-kata ini, "Begitu juga Bapa-Ku di surga akan memperlakukan kalian masing-masing, kalau kalian tidak mengampuni saudaramu dengan ikhlas."
Penutup
Hamba dalam perumpamaan ini sangat senang ketika tuannya tidak menuntutnya membayar hutang milayaran rupiah kalau dikonversikan dalam uang kita. Yang agak laen, hamba itu justru langsung pergi ke hamba yang lain (yang bisa dikatakan temannya) dan menuntutnya membayar beberapa ratus ribu rupiah yang menjadi hutang temannya itu. Ketika hamba kedua itu tidak mampu membayar, hamba yang pertama yang tadi dibebaskan oleh tuannya itu menjebloskannya ke penjara. Mendengar hal itu, tuannya jadi marah banget. Akhirnya, hamba pertama itu dijebloskan ke penjara oleh tuannya.
Melalui perumpamaan ini, Tuhan Yesus ingin mengajak kita untuk tau bahwa Bapa kita di surge juga akan merasakan hal yang sama terhadap kita semua kalau kita tidak mengampuni sesame kita dengan sepenuh hati. Padahal Bapa kita udah selalu mengampuni kita.
Perumpamaan ini dimulai dengan pertanyaan Petrus. "Berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa kepadaku?" Petrus tahu bahwa cepat atau lambat wkatu ia punya saudara atau teman dekat atau berhubungan dengan orang lain pasti suatu saat aka nada kemungkinan nya orang tersebut akan menyakiti Petrus. Perumpamaan ini bukan tentang dosa nya bukan artinya kita membiarkan orang berbuat dosa semau mereka ga berubah dan ga bertobat. Perumpamaan ini tentang mengajarkan kepada kita pengampunan atau FORGIVENESS.
Tanyakan kepada anak Anda apakah mereka tahu apa artinya FORGIVE? Jelaskan bahwa WHEN YOU FORGIVE SOMEONE artinya seperti kita menghapus hutang orang tersebut atau melepaskan kemarahan yang kita rasakan kepada orang tersebut setelah mereka berbuat salah atau tidak baik kepada kita.
Ceritakan, pengalaman pribadi anda saat ada seseorang berbuat salah kepada anda. Tanyakan juga kepada anak-anak pernahkah mengalami moment ketika siblings atau teman kita mengambil mainan, marah, mendorong, berbuat kasar, berkata kasar atau bersikap tidak baik. Bisa sengaja maupun tidak sengaja. (Sediakan papan tulis, spidol warna warni dan penghapus papan) Tuliskan di papan tulis kesalahan-kesalahan yang bisa membuat kita marah dan jengkel kepada orang-orang di sekitar kita, dengan menggunakan spidol yang berbeda warna. Lalu bersihkan papan tulis itu seolah-olah mewakili kesalahan-kesalahan (dosa) orang lain. Jelaskan bahwa inilah yang Tuhan lakukan ketika kita memohon pengampunan dosa-dosa kita. Tuhan Yesus mati agar dosa kita dapat dihapuskan.
Yang diajarkan oleh Tuhan Yesus kepada kita semua adalah ini, WE SHOULD FORGIVE WITHOUT COUNTING. Jangan hitung-hitungan soal kesalahan orang lain karena ternyata apa kita juga sama bisa melakukan kesalahan yang sama dan sama banyaknya bahkan mungkin lebih banyak daripada orang lain.
Memang gampang memaafkan tentu saja ga gampang, tetapi karena Tuhan selalu memaafkan kita ga peduli seberapa banyak kesalahan kita, kita pun juga harus memaafkan orang lain.
WE SHOULD FORGIVE WITHOUT COUNTING.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar