Selasa, 15 Juli 2025

Week – 4 WALK ON WATER -- July 27th 2025

 Tujuan                          : Anak-anak mengerti bahwa di dalam Tuhan Yesus mereka tidak perlu ragu-ragu.

Super kebenaran       : WE SHOULD NEVER DOUBT GOD

Ayat Hafalan               : Yakobus 1:6 (BIS)

Tetapi orang yang meminta, harus percaya; ia tidak boleh ragu-ragu. Sebab orang yang ragu-ragu adalah seperti ombak di laut yang ditiup angin ke sana ke mari.

James 1:6 (NLT)

But when you ask him, be sure that your faith is in God alone. Do not waver, for a person with divided loyalty is as unsettled as a wave of the sea that is blown and tossed by the wind.

Ayat Penuntun           : Matius 14:22-33 (Matthew 14:22-33)

 

Games

Lomba meniup bola pingpong.

Lomba meniup bola pingpong dari gelas ke gelas berikutnya. Gelas diisi air hampir penuh. Lalu bola pingpong ditiup.

 

Pembuka

Jika memungkinkan bisa diperagakan untuk berjalan tanpa sepatu atau sandal melewati berbagai macam permukaan. Sewaktu anda berjalan di setiap permukaan, bisa diceritakan tentang bagaimana rasanya. Ubin dingin dan keras. Karpet hangat dan lembut. Semen keras. Lumpur lengket. Rumput, pasir, kayu, dll. Siapkan kolam renang atau mangkuk kecil dan minta mereka berjalan di air. Fokus pada bagaimana mereka berjalan DI DALAM air dan BUKAN DI ATAS air. Jelaskan bahwa itu tidak mungkin. Dalam cerita kita hari ini ada orang yang bisa berjalan di atas air yuk kita dengarkan sama-sama.

 

Cerita : T.Yesus berjalan di atas air

Setelah itu Yesus menyuruh pengikut-pengikut-Nya naik perahu dan lebih dahulu menyeberang danau, sementara Ia menyuruh orang banyak itu pulang. Sesudah orang banyak itu pergi, Yesus naik sebuah bukit sendirian untuk berdoa. Waktu sudah malam, Yesus masih berada di situ sendirian. Sementara itu perahu yang ditumpangi pengikut-pengikut Yesus, sudah jauh di tengah-tengah danau. Perahu itu terhempas-hempas dipukul ombak, karena angin berlawanan arah dengan perahu. Antara pukul tiga dan pukul enam pagi, Yesus datang kepada mereka berjalan di atas air. Ketika pengikut-pengikut-Nya melihat Ia berjalan di atas air, mereka terkejut sekali. "Hantu!" teriak mereka ketakutan.

Tetapi Yesus langsung menjawab, "Tenanglah! Aku Yesus. Jangan takut!" Lalu Petrus berkata, "Kalau Engkau memang Yesus, suruhlah saya datang berjalan di atas air." "Datanglah," jawab Yesus. Jadi Petrus turun dari perahu, berjalan di atas air dan datang kepada Yesus. Tetapi waktu Petrus melihat betapa besarnya angin di danau itu, ia takut dan mulai tenggelam. "Tuhan, tolong!" teriaknya.

Yesus segera mengulurkan tangan-Nya dan menangkap dia, dan berkata, "Petrus, Petrus, kau ini kurang percaya. Mengapa kau ragu-ragu kepada-Ku?" Lalu keduanya naik ke perahu itu, dan angin pun reda. Maka pengikut-pengikut Yesus sujud menyembah Dia. Mereka berkata, "Sungguh Tuhan adalah Anak Allah!"

 

Penutup

Seperti di awal tadi dikatakan berjalan DI ATAS air tidak mungkin, mustahil, tidak masuk akal, karena air begitu kita menginjak air sudah pasti kita akan MASUK DI DALAM air. Waktu Petrus bisa berjalan DI ATAS air itu adalah karena Tuhan Yesus yang kasih dia ijin. Tuhan Yesus menyuruh Petrus untuk mendatangi Tuhan Yesus. Tapi apa yang terjadi waktu Petrus mulai merasakan angina yang kencang dia mulai jadi takut muncul keraguan yang akhirnya membuat Petrus mulai tenggelam.

 

Tanyakan kepada anak apa arti keraguan. Jelaskan bahwa keraguan berarti mempertanyakan dan tidak percaya. Meragukan perkataan orang lain itu baik, tetapi kita tidak boleh meragukan Tuhan. Selama Petrus percaya kepada Yesus, ia dapat berjalan di atas air. Apa yang terjadi ketika ia ragu? Ia tenggelam.

 

Isi dua gelas bening dengan air. Aduk tiga sendok makan garam ke dalam salah satu gelas. Beri label air garam "iman" dan air biasa "keraguan". Selanjutnya, gambar wajah pada telur untuk digunakan dalam kegiatan ini. Turunkan telur dengan hati-hati ke dalam air "keraguan" dan lihatlah telur itu tenggelam. Selanjutnya, jatuhkan telur ke dalam air "iman". Telur itu akan mengapung. Ulangi kembali cerita yang menunjukkan Petrus mengapung (gelas iman) dan kemudian tenggelam (gelas keraguan). Ceritakan moment-moment ketika anda sendiri menghadapi pilihan antara iman atau keraguan lalu tanyakan juga kepada anak-anak apakah mereka menghadapi pilihan antara iman atau keraguan.

 

Bicarakan tentang rasa takut. Rasa takut sering kali menjadi sahabat keraguan. Petrus menjadi takut, ragu, dan tenggelam karena ia kehilangan fokusnya kepada Yesus. Gambarlah beberapa gambar yang mewakili rasa takut pada kartu catatan, misalnya ular, laba-laba, kegelapan, dll. Minta anak Anda untuk menutup mata dan menyusun kartu catatan tersebut menjadi bentuk hati. Ketika mereka membukanya lagi, tanyakan apa yang mereka lihat. Jika mereka menunjuk rasa takut mereka, bantu mereka melihat hati. Tunjukkan bahwa jika orang berfokus pada hal yang salah, mereka akan kehilangan gambaran yang lebih besar, yaitu hati yang mewakili seberapa besar Anda mencintai mereka.

 

Object Lesson tentang FAITH

Siapa di sini yang bisa berjalan di atas air? Pasti ga ada ya! Tapi ternyata hal-hal yang mustahil dilakukan, menjadi mungkin dengan sedikit iman.

 

Peralatan :

Segelas atau semangkuk air

Sekotak klip kertas

Deterjen pencuci piring

 

Cobalah mengapungkan klip kertas di atas air pasti tidak bisa, klip kertas itu pasti tenggelam.

Ini yang perlu kita coba dulu sebelumnya, tekuk satu klip kertas untuk membuat "penyangga" bagi klip kertas kedua. Letakkan klip kertas kedua secara mendatar pada penyangga klip kertas, dan celupkan klip kertas ke dalam air dengan hati-hati. Kali ini, klip kertas yang tidak tertekuk akan benar-benar mengapung di permukaan air.

Pelajaran: kita tidak dapat melakukan "hal yang mustahil" sendirian. Namun, jika kita bersandar pada Yesus, atau beriman kepada-Nya (seperti klip kertas yang bersandar pada dudukannya), Dia akan memampukan kita melakukan hal-hal yang tidak pernah kita duga sebelumnya.

Tapi, kita perlu hati-hati terhadap "keraguan" seperti Petrus dalam cerita kita hari ini, begitu ia mengalihkan pandangannya dari Tuhan Yesus, ia membiarkan keraguan dan ketakutan menyerbu pikirannya dan ia mulai tenggelam.

 

Sambil menaruh sedikit deterjen pencuci piring di dalam air di sekitar klip kertas yang mengapung. Klip kertas itu akan mulai tenggelam.

 

Pelajaran : Yesus berjanji bahwa bahkan dengan iman sebesar biji sesawi, kita dapat memindahkan gunung. Namun, jika keraguan mengalahkan iman kita, kita akan mulai tenggelam seperti yang dialami Petrus. Kita perlu menjaga hati kita agar tidak meragukan kuasa Yesus.

 

Pelajaran tentang iman ini menunjukkan:

Bahwa kita perlu bersandar kepada Yesus agar dapat melakukan apa pun yang tampaknya mustahil bagi kita (seperti halnya tempat penjepit kertas yang diperlukan).

Keraguan itu akan membuat kita goyah (seperti halnya deterjen pencuci piring yang menyebabkan penjepit kertas yang mengapung tenggelam).

 

Pelajaran tentang iman, atau membuat potongan logam mengapung di atas air, ini semua tentang tegangan permukaan air. Molekul-molekul air di permukaan air menciptakan ikatan yang sangat kuat satu sama lain (lebih kuat daripada ikatan antara molekul-molekul air yang tidak berada di permukaan). Air sebenarnya memiliki tegangan permukaan terkuat dari semua cairan selain merkuri! Jadi, jika Anda meletakkan klip kertas di atas air, dan tidak memutus tegangan permukaan, ikatan kohesif molekuler sebenarnya akan menopang berat koin!

 

Deterjen pencuci piring memecah ikatan kohesif antara molekul-molekul air, itulah sebabnya klip kertas akan tenggelam jika Anda menambahkan deterjen ke dalam air.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar