Senin, 21 April 2025

Week – 4 POST-RESURRECTION -- April 27th 2025

Tujuan                          : Anak-anak mengerti bahwa hanya Tuhan Yesuslah satu satunya pengharapan mereka dalam segala hal.

Super kebenaran       : JESUS IS MY ONLY HOPE

Ayat Hafalan               : Mazmur 62:6 (BIS)

Dengan tenang jiwaku menantikan Allah, dari Dia saja keselamatanku.

Psalms 62:6 (NLT)

He alone is my rock and my salvation, my fortress where I will not be shaken.

Ayat Penuntun           : Yohanes 20:11-31;21:1-14 (Yohanes 20:11-31;21:1-14)

 

Games

Ada potongan potongan kertas yang berisi tentang super kebenaran. Peserta diminta menyusunnya di sebuah lembaran kertas kosong. Nah siapa yang cepat selesai dialah pemenangnya.

 

Pembuka

Hello semuanya... 

Siapa yang di sini pernah merasa takut atau gelisah? Mungkin takut saat di rumah sendirian? Mungkin takut saat kehilangan orang tua saat jalan-jalan? Nah, pastinya kita pernah mengalaminya ya... Seperti cerita hari ini tentang keadaan murid murid Yesus setelah Yesus bangkit dan hidup.

 

Cerita : Penampakan

Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan."

Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya."

Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru. Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu." Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.

 

Penampakan pertama.

Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."

Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."

Penampakan kedua.

Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya."

Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."

Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!" Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."

Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.

 

Penampakan ketiga.

Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut. Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain. Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.

Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada."

Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau. Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu. Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti.

Kata Yesus kepada mereka: "Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu." Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak. Kata Yesus kepada mereka: "Marilah dan sarapanlah." Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan.

Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu. Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.

 

Penutup

Nah kids seperti diawal pembuka tadi kita sudah bahas bagaimanakah keadaan murid-murid Tuhan Yesus setelah Tuhan Yesus mati, bangkit dan hidup dari kematian?  Ternyata pada saat itu mereka merasa ketakutan dengan para penguasa Yahudi dan mereka merasa kehilangan pemimpin yang mereka kasihi.  Dalam keadaan seperti ini, Tuhan Yesus dengan kasihNya menampakkan diri kepada Murid-Muridnya untuk membuktikan bahwa Dia adalah Tuhan yang sudah bangkit setelah 3 hari dalam kematian dan hidup sesuai dengan apa yang telah difirmankanNya sebelumnya saat masih melayani. Tuhan Yesus ingin murid-muridnya percaya bahwa mereka punya pengharapan yang pasti yang akan selalu menepati janji-janjiNya sehingga itulah yang membuat murid muridnya menjadi tenang.

 

Begitupun dengan kita ya kids yuk kita semakin mengerti juga bahwa meskipun kita masih anak anak kita mau tetap menaruh pengharapan kita sepenuhnya hanya kepada Tuhan Yesus saja. Misalnya saat kita sedang sedih, mungkin dalam ketakutan, lagi ngerasa gak tenang kita mau datang sama Tuhan Yesus saja yang merupakan satu satunya pengharapan kita. Gimana caranya miss? Kita bisa dekat dengan Tuhan lewat berdoa, memuji Tuhan dan membaca Bible kita. Dia selalu menepati janji janjiNya dan tahu yang terbaik buat kita semua. Mari kita datang sama sama kepada Tuhan Yesus saja karena kita tahu JESUS IS MY ONLY HOPE.

 

Ilustrasi :

Persiapkan : 2 balon, pompa balon dan spidol permanent.

Gambarlah balon yang pertama dengan muka sedih, lalu yang kedua dengan muka senyum.

 

Tanyakan kepada anak-anak menurut mereka, balon yang belum ditiup ini (masih kempes dan muka sedih) menunjukkan apa? Seperti ketika kita sedang dalam situasi yang susah, sedih atau seperti ketika ada problem yang sepertinya tidak bisa diselesaikan atau tidak ada jalan keluar. Balon yang kempes (muka sedih) ini bisa dikatakan ketika kita sedang menghadapi situasi atau problem yang tidak ada jalan keluarnya, tidak bisa dilakukan atau sesuatu yang mustahil or impossible.

 

Tapi today we learn that JESUS IS MY ONLY HOPE, so when things seems hopeless, kita bisa selalu tetap untuk mempunyai harapan atau HOPE di dalam Tuhan Yesus because ini tadi JESUS IS MY ONLY HOPE. Ambil pompa balon dan gunakan untuk meniup wajah atau rambut anda, dan katakan angin yang keluar dari pompa ini seperti tenaga atau power of HOPE yang datang dari Tuhan Yesus sesuatu yang tidak bisa kita lihat tapi ada di sana dan power of HOPE yang dari Tuhan Yesus bisa memberikan kepada kita kekuatan (sambil memompa balon yang muka senyum) untuk bisa bertahan dalam keadaan yang susah sedih atau bahkan impossible.

Masalah mungkin belum selesai tapi kita bisa bertahan dan tetap punya JOY karena JESUS IS MY ONLY HOPE.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar