Tujuan : Anak-anak mengerti untuk menunggu hal yang paling berharga dalam hidup mereka dengan penuh sukacita.
Super kebenaran : I EAGERLY WAIT FOR JESUS SECOND COMING
Ayat Hafalan : Mazmur 27:14 (TB)
Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!
Psalm 27:14 (NLT)
Wait patiently for the LORD. Be brave and courageous. Yes, wait patiently for the LORD.
Ayat Penuntun : Lukas 2:22-40 (Luke 2:22-40)
Games
Games : Tebak suara binatang atau tebak lagu.
Pembuka
Sebagai pembuka cerita untuk tema tahun 2025 JESUS AND ME. Di bulan Januari ini, kita akan mengajak anak-anak untuk mengenal Siapa Yesus, mengenal hidupNya dari masa ke masa khususnya saat Ia di bumi. Ketika Ia baru lahir, masa saat Ia remaja, hingga saat Ia dewasa. Untuk memudahkan anak-anak membayangkan dan memahami cerita sepanjang bulan Januari ini, kita bisa membuat proyek “TIMELINE OF JESUS CHRIST LIFE ON EARTH” yang akan dilengkapi tiap minggunya. Timeline bisa dibuat bebas sekreatif mungkin disesuaikan di kelas masing-masing dari cerita minggu pertama hingga minggu terakhir yaitu Yesus memanggil murid-muridNya). Seperti contoh di bawah ini :
Sebelum membuka cerita hari ini , persiapkan beberapa kotak makanan seperti Pizza , MCD atau kotak paket barang sebagai alat peraga cerita hari ini, serta jika anda sendiri sedang menunggu kiriman paket datang, bisa juga dipakai untuk mendukung cerita hari ini.
Pernahkah kalian menunggu kurir untuk mengantarkan makanan saat kita sedang lapar-laparnya? Dan dari aplikasi, kalian bisa track paket pesanan kalian sudah sampai di mana. Jika masih jauh, pasti kalian tidak sabar menunggu paket ini sampai. Tetapi kalian akan menunggu dengan senang sampai paket ini datang. Dan akhirnya seseorang menekan bel pintu rumah kita dan bilang “Grab, mau kirim pizzaa!!!”… semua akan berlarian semangat untuk mengambil paket tersebut. Sama halnya saat 2000 tahun lalu ada seseorang di Yerusalem, yang juga sangat menunggu-nunggu kedatangan seseorang yang sangat dinantikan, seorang Juruselamat, sang Mesias yaitu Yesus Kristus. Yuk, kita dengarkan ceritanya!
Cerita : Simeon dan Hana
Tibalah saatnya Yusuf dan Maria menjalankan adat penyucian menurut hukum Musa. Jadi mereka membawa Anak itu ke Yerusalem untuk diserahkan kepada Tuhan. Sebab di dalam Hukum Tuhan tertulis begini, "Setiap anak laki-laki yang sulung, harus diserahkan kepada Tuhan." Mereka juga bermaksud mempersembahkan kurban, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor burung merpati yang muda, seperti yang ditentukan dalam Hukum Tuhan. Pada waktu itu di Yerusalem ada seorang bernama Simeon. Ia orang baik, yang takut kepada Allah dan sedang menantikan saatnya Allah menyelamatkan Israel. Roh Allah menyertai dia, dan Roh Allah sudah memberitahukan kepadanya bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat Raja Penyelamat yang dijanjikan Tuhan.
Oleh bimbingan Roh Allah, Simeon masuk ke Rumah Tuhan. Pada waktu itu Yusuf dan Maria membawa masuk Yesus, yang masih kecil itu untuk melakukan upacara yang diperintahkan hukum agama. Maka Simeon mengambil Anak itu dan menggendong-Nya, lalu memuji Allah,"Sekarang, Tuhan, Engkau sudah menepati janji-Mu. Biarlah hamba-Mu ini meninggal dengan tentram. Sebab dengan mataku sendiri aku sudah melihat Penyelamat yang daripada-Mu.Penyelamat itu Engkau telah siapkan untuk segala bangsa: bagaikan terang yang menerangi jalan bagi bangsa-bangsa yang lain, untuk datang kepada-Mu; yaitu terang yang mendatangkan kehormatan bagi umat-Mu Israel."
Ayah dan ibu Anak itu heran mendengar apa yang dikatakan Simeon tentang Anak mereka.Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu, "Anak ini sudah dipilih oleh Allah untuk membinasakan dan untuk menyelamatkan banyak orang Israel. Ia akan menjadi tanda dari Allah, yang akan ditentang oleh banyak orang, dan dengan demikian terbongkarlah isi hati mereka. Kesedihan akan menusuk hatimu seperti pedang yang tajam."
Ada pula seorang nabi wanita yang sudah tua sekali. Namanya Hana, anak Fanuel, dari suku Asyer. Sesudah tujuh tahun kawin, Hana menjadi janda, dan sekarang berumur delapan puluh empat tahun. Tidak pernah ia meninggalkan Rumah Tuhan. Siang malam ia berbakti di situ kepada Allah dengan berdoa dan berpuasa. Tepat pada waktu itu juga ia datang, lalu memuji Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan saatnya Allah memerdekakan Yerusalem.
Setelah Yusuf dan Maria melakukan semua yang diwajibkan Hukum Tuhan, mereka pulang ke Nazaret di Galilea. Anak itu bertambah besar dan kuat. Ia bijaksana sekali dan sangat dikasihi oleh Allah.
Penutup
Simeon sudah diberitahu oleh Roh Kudus bahwa dia tidak akan meninggal sampai dia bertemu Yesus, sang Mesias tersebut. Ketika bayi Yesus dibawa ke bait Allah dan Simeon juga berada di sana oleh pimpinan Roh Kudus, Simeon melihat bayi Yesus itu, ia sangat bersukacita sambil menggendong bayi tersebut dan memuji Allah. The wait is over for him. Penantiannya selama ini, it was definitely worth it. Begitu juga dengan Hana, ia seorang yang sudah tua dan tinggal di bait Allah, siang malam ia beribadah dan berpuasa dan berdoa. Saat ia tahu bayi Yesus dibawa ke bait Allah maka ia juga bersukacita, memuji Allah dan membagikan cerita tentang Yesus ke banyak orang.
Kembali ke cerita kurir dengan paketnya, kenapa kita mau menunggui dia datang? Tentu saja karena kita lapar dan yang paling penting untuk digarisbawahi yaitu karena It was worth it. Percuma jika kita menunggu sesuatu atau seseorang yang belum pasti akan datang walaupun sebenarnya ia layak ditunggu. Kita akan rela menunggu sesuatu atau seseorang apabila at least ada 2 hal :
· Karena sesuatu/seseorang ini sangat layak kita tunggu
· Dia pasti akan datang
Bagaimana dengan kita? Apakah Tuhan Yesus, Raja segala Raja, adalah pribadi yang sekarang kita nanti-nantikan? Apakah kita benar-benar rindu bertemu dengan Dia? Simeon sangat bersukacita meski ia hanya melihat Yesus sebagai bayi yang baru lahir, yang belum disalib, yang belum mati, dikuburkan dan naik ke surga. Sementara kita semua sudah melihat dan mengetahuinya. Semua hal yang Kristus lakukan, kita sudah mengetahuinya. Jika Simeon hanya tahu kelahiranNya, maka kita sudah tahu cerita lengkapnya! The perfect work of Jesus on the cross to pay the price of our sin. Jadi, saat ini kita seharusnya lebih bersukacita daripada Simeon, menunggu kedatanganNya yang kedua kalinya. Yuk kita renungkan apa yang bisa kita lakukan selama kita menunggu Dia datang kembali! I EAGERLY WAIT FOR JESUS SECOND COMING.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar