Minggu, 29 Maret 2026

Renungan Harian 30 Maret - 4 April 2026

Monday, 30th March 2026

GOD IS MY DEFFENDER


AYAT HAFALAN :

Roma 8:31b (BIS)

Kalau Allah memihak pada kita, siapakah dapat melawan kita?


Ayat Bacaan : 2 Raja-raja 6:8-10 (BIS)


Raja Aram mencoba menyerang Israel berkali-kali secara sembunyi-sembunyi, tapi Tuhan selalu memberitahu Elisa ke mana musuh akan pergi. Akhirnya, rencana jahat itu selalu gagal. Dari kisah ini kita belajar bahwa tidak ada masalah yang tersembunyi bagi Tuhan. Dia tahu apa yang akan terjadi dan Dia menjaga langkahmu bahkan sebelum masalah itu datang. Kids, sebutkan satu hal yang membuatmu takut hari ini, lalu katakan, "Tuhan tahu dan Dia menjagaku."

 

Tuesday, 31st March 2026


GOD IS MY DEFFENDER


AYAT HAFALAN :

Roma 8:31b (BIS)

Kalau Allah memihak pada kita, siapakah dapat melawan kita?


Ayat Bacaan : 2 Raja-raja 6:11-15 (BIS)

 

Ketika bujang Elisa bangun pagi, ia ketakutan karena kota mereka sudah dikepung tentara Aram dengan kuda dan kereta perang. Ia berteriak, "Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?" Kids, pernakah kalian merasa takut? wajar jika kita merasa takut saat melihat masalah besar (seperti PR sulit atau teman yang galak, takut bertemu dengan techer yang galak, dll). Tapi ingat, apa yang kita lihat dengan mata belum tentu seluruh kenyataannya. Mungkin saja itu hanya ketakutan kita sendiri, tetapi kalau kita hadapi masalah/ketakutan kita bersama Tuhan pasti kita akan melihat masalah kita kecil. Coba gambar sebuah lingkaran kecil (masalahmu) di dalam lingkaran yang sangat besar (Tuhan).




Wednesday, 1st April 2026


GOD IS MY DEFFENDER


AYAT HAFALAN :

Roma 8:31b (BIS)

Kalau Allah memihak pada kita, siapakah dapat melawan kita?


Ayat Bacaan : 2 Raja-raja 6:16-18 (BIS)


Ketika bujang Elisa ketakutan karena dikepung tentara Aram, Elisa berdoa: "Ya TUHAN, bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat." Tiba-tiba, bujang itu melihat gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi di sekeliling Elisa! Kids, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sendirian. Ada "pasukan malaikat" yang Tuhan utus untuk menjagamu. Kita hanya perlu berdoa agar Tuhan menguatkan hati kita untuk percaya. Tutup matamu sejenak dan bayangkan Tuhan Yesus berdiri tepat di sampingmu saat ini.

 

Ketika musuh mendekat, Elisa tidak mengangkat pedang, dia hanya berdoa. Tuhan pun membuat mata para tentara itu menjadi buta sehingga mereka tidak tahu arah. Kids, pembelaan terbaik kita bukan dengan membalas atau marah-marah, melainkan dengan doa. Hari ini kita belajar bagaimana kekuatan doa itu sangat menolong nabi Elisa, percayalah doa anak kecil pun punya kuasa yang besar di hadapan Tuhan!

 

Thursday, 2nd April 2026


GOD IS MY DEFFENDER


AYAT HAFALAN :

Roma 8:31b (BIS)

Kalau Allah memihak pada kita, siapakah dapat melawan kita?


Ayat Bacaan : 2 Raja-raja 6:19-23 (BIS)


Ketika tentara Aram itu dibawa Tuhan di hadapan Raja Israel bukannya menyuruh Raja Israel membunuh musuh yang buta itu, Elisa malah menyuruh mereka memberi makan dan minum kepada musuh-musuhnya. Kids, Tuhan membela kita bukan supaya kita sombong, tapi supaya kita bisa menunjukkan kasih-Nya. Saat Tuhan menolongmu keluar dari masalah, jangan lupa tetap jadi anak yang baik ya! Lakukan satu perbuatan baik hari ini kepada teman yang mungkin kurang kamu sukai.

 

Setelah diberi makan, tentara Aram itu pulang dan tidak datang lagi mengganggu bangsa Israel untuk waktu yang lama. Masalah selesai dengan damai! Kids, Jika Tuhan yang membela, hasilnya pasti yang terbaik. Masalahmu bisa menjadi jalan bagi orang lain untuk melihat betapa hebatnya Tuhanmu. Hari ini ucapkan doa syukur: "Terima kasih Tuhan Yesus karena Engkau adalah Pembelaku yang setia selamanya. Amin.

 


Friday, 3rd April 2026


I WANT TO GLORIFY HIM WITH MY LIFE


AYAT HAFALAN :

Yohanes 17:1 (BIS)

Sesudah berkata demikian, Yesus menengadah ke langit dan berkata, “Bapa sekarang sudah sampai waktunya. Agungkanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu pun mengagungkan Bapa.


Ayat Bacaan : Matius 27:32-61 (BIS)


Bayangkan kamu sedang berjalan pulang sekolah dengan tas yang sangat berat. Tiba-tiba, seorang petugas menyuruhmu memikul beban yang lebih berat lagi milik orang lain. Itulah yang dialami Simon dari Kirene. Dia sedang lewat, mungkin baru pulang kerja dan lelah, tapi tiba-tiba dipaksa memikul salib Yesus yang kasar dan berat. Simon bisa saja marah atau bersungut-sungut. Tapi karena dia mau melangkah dan memikul salib itu, namanya dicatat dalam Alkitab selamanya sebagai orang yang membantu Yesus di saat-saat tersulit-Nya.

 

Memuliakan Tuhan tidak selalu terjadi di atas panggung yang megah. Terkadang, memuliakan Tuhan berarti "meminjamkan bahu" atau tenaga kita untuk orang lain yang sedang kesulitan. Saat kamu membantu adik mengerjakan PR, membantu Ibu mencuci piring, atau menemani teman yang sedang sedih, kamu sebenarnya sedang memuliakan Tuhan dengan kekuatan yang Dia berikan padamu.

 

 

 


 

Saturday, 4th April 2026


I WANT TO GLORIFY HIM WITH MY LIFE


AYAT HAFALAN :

Yohanes 17:1 (BIS)

Sesudah berkata demikian, Yesus menengadah ke langit dan berkata, “Bapa sekarang sudah sampai waktunya. Agungkanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu pun mengagungkan Bapa.


Ayat Bacaan : Matius 27:32-61 (BIS)


Setelah Yesus wafat, ada seorang pria kaya bernama Yusuf dari Arimatea. Yusuf bisa saja diam karena takut diejek oleh orang-orang yang membenci Yesus. Tapi dia justru menunjukkan keberaniannya. Dia pergi meminta mayat Yesus dan memberikan kuburannya yang baru yang digali di bukit batu. Ingat, itu adalah kuburan yang mahal dan baru, yang seharusnya disiapkan untuk dirinya sendiri. Tapi Yusuf tidak memberikan "barang sisa" atau "barang bekas" kepada Tuhan. Dia memberikan yang terbaik dan yang paling berharga yang dia miliki.

 

Memuliakan Tuhan berarti memberikan kualitas terbaik dari hidup kita. Tuhan tidak meminta kita menjadi sempurna, tapi Tuhan ingin kita memberikan yang terbaik (bukan sekadarnya). Kalau kamu belajar, jangan asal cepat selesai, tapi berikan fokus terbaikmu.

Kalau kamu bernyanyi atau berdoa, jangan cuma di bibir, tapi berikan hatimu yang sungguh-sungguh. Kalau kamu berbicara pada orang tua, gunakan kata-kata yang paling sopan.



 



 

 

Kamis, 26 Maret 2026

Week – 1 FAITHFUL -- April 5th 2026

Tujuan                          : Anak-anak mengerti bahwa Kasih Setia Tuhan tidak pernah berubah.

Super kebenaran       : STAY FAITHFUL, FOR THE LORD IS FAITHFUL

Ayat Penuntun           : Matius 28:1-10 (Matthew 28:1-10)

Ayat Hafalan               : Yeremia 31:3 (BIS)

dari jauh Aku menampakkan diri-Ku kepada mereka. Hai umat Israel, sejak dulu Aku selalu mengasihi kamu, dan untuk seterusnya Aku akan tetap menunjukkan bahwa Aku selalu mengasihi kamu.

Jeremiah 31:3 (NLT)

Long ago the Lord said to Israel : “I have loved you, my people, with an everlasting love. With unfailing love I have drawn you to myself.”

 

Games

Easter Games : “Bunny Hop Sack Race Competition“

Lomba Balap karung atau jika susah menemukan peralatannya bisa berkompetisi lomba lari tetapi harus dengan melompat seperti kelinci.

 

Pembuka

Bawalah gambar PINKY PROMISE dan tunjukkan gambar tersebut untuk memulai cerita (bisa juga diperagakan dengan tangan). Tanyakan kepada anak-anak, adakah dari mereka yang memahami gestur tangan ini. Dimana pinky promise adalah gestur dimana dua orang saling menautkan jari kelingking sebagai simbol komitmen atau janji yang sangat serius.

 

Tanyakan kepada mereka, apakah mereka pernah menjanjikan sesuatu untuk orang lain?

·      Berjanji akan rajin belajar

·      Berjanji untuk menjadi anak yang taat

·      Berjanji untuk tidak main gadget sepanjang waktu, dan masih banyak lagi.

 

Apakah kalian selalu berhasil menepati janji tersebut? Seringkali kita tidak menanggapi dengan serius akan janji yang kita ucapkan. Tidak jarang kita melanggar janji yang telah kita buat sendiri. Tetapi kita bisa berpegang teguh terhadap Janji Tuhan dengan anak-anakNya.Hari ini anak-anak akan mendengarkan cerita tentang bagaimana Yesus menepati janjiNya untuk kita semua.

 

Cerita : Tuhan Yesus bangkit

Ketika hari Sabat sudah lewat, pada hari Minggu pagi-pagi sekali, Maria Magdalena dan Maria yang lain itu pergi melihat kuburan itu. Tiba-tiba terjadi gempa bumi yang hebat. Seorang malaikat Tuhan turun dari surga lalu menggulingkan batu penutup itu, dan duduk di atasnya.Wajah malaikat itu seperti kilat, dan pakaiannya putih sekali. Tentara pengawal yang menjaga di situ begitu ketakutan sampai mereka gemetar, dan menjadi seperti orang mati.

Malaikat itu berkata kepada wanita-wanita itu, "Janganlah takut! Aku tahu kalian mencari Yesus yang sudah disalibkan itu. Ia tidak ada di sini. Ia sudah bangkit seperti yang sudah dikatakan-Nya dahulu. Mari lihat tempatnya Ia dibaringkan. Sekarang, pergilah cepat-cepat, beritahukan kepada pengikut-pengikut-Nya, 'Ia sudah bangkit, dan sekarang Ia pergi lebih dahulu dari kalian ke Galilea. Di sana kalian akan melihat Dia!' Ingatlah apa yang sudah kukatakan kepadamu."

Cepat-cepat wanita-wanita itu meninggalkan kuburan itu. Dengan perasaan takut bercampur gembira, mereka berlari-lari untuk memberitahukan hal itu kepada pengikut-pengikut Yesus.Tiba-tiba Yesus datang menemui wanita-wanita itu, dan berkata, "Salam!" Lalu mereka datang mendekati Dia, kemudian memeluk kaki-Nya dan menyembah Dia. "Janganlah takut," kata Yesus kepada mereka, "pergi beritahukan kepada saudara-saudara-Ku supaya mereka pergi ke Galilea; di sana mereka akan melihat Aku."

 

Penutup

Dalam Yeremia 31:3, Tuhan berkata bahwa Ia sejak dahulu mengasihi kita semua, dan untuk seterusnya Ia akan tetap menunjukkan bahwa Ia selalu mengasihi kitaIa berkata bahwa Kasih SetiaNya tidak pernah berubah, tidak sekalipun berubah! Bagaimana kita tahu bahwa ia menepati janjiNya? Mana bukti nyatanya? SalibNya buat kita dan KebangkitanNya!

 

Kebangkitan Tuhan Yesus menyatakan kemenangan yang tidak pernah bisa dicapai manusia. Pagi itu, para murid datang tanpa harapan kebangkitan, tetapi kubur yang kosong menunjukkan bahwa batu telah disingkirkan supaya mereka masuk dan melihat bahwa maut sudah dikalahkan. Kebangkitan Tuhan Yesus membuktikan bahwa Allah setia pada janji-Nya, kematian sudah ditaklukkan, dan hidup kekal telah dimulai. Karena Ia hidup, hidup kita tidak lagi kosong, tetapi dipenuhi oleh Kristus dan diarahkan kepada kekekalan.

 

Janji manusia tidak pernah bisa dipegang. Tetapi kita bisa berpegang teguh terhadap Janji Tuhan dengan anak-anakNya. Kita bisa melepaskan, tapi Dia tidak pernah melepaskan. Kita bisa ingkar janji, tetapi Ia tidak pernah mengkhianati janjiNya. Ia sudah membuktikan ini semua melalui SalibNya buat kita dan KebangkitanNya! Tuhan setia dan tidak pernah meninggalkan kita, bahkan ketika kita melakukan kesalahan atau merasa takut. Karena Ia setia, maka hidup kita bisa mengalami damai sejahtera.

 

STAY FAITHFUL, FOR THE LORD IS FAITHFUL.

 

 

Oleh karena itu, setiap kita juga mau belajar untuk setia :

·      Setia dalam iman : rajin berdoa, membaca alkitab, rajin beribadah

·      Setia kepada orangtua : membantu tanpa diminta, taat dan hormat

·      Setia dalam pertemanan : tulus, tidak egois, mendukung teman di masa sulit

·      Setia dalam tanggungjawab : mengerjakan tugas sekolah dengan baik, rajin belajar 

·      Setia dalam tindakan : jujur, berkata-kata baik

 

 

Jadi, Setialah dalam perkara-perkara kecil, maka Ia akan mempercayakan perkara-perkara besar dalam hidup kita. STAY FAITHFUL, FOR THE LORD IS FAITHFUL.

 

 

 

 

Rabu, 25 Maret 2026

Special Week EXALTED -- April 3rd 2026

Tujuan                          : Anak-anak mengerti bahwa Kemuliaan Allah dinyatakan melalui ketaatan total, pengorbanan dan penderitaan Yesus di kayu salib.

Super kebenaran       : I WANT TO GLORIFY HIM WITH MY LIFE

Ayat Penuntun           : Matius 27:32-61 (Matthew 27:32-61)

Ayat Hafalan               : Yohanes 17:1 (BIS)

Sesudah berkata demikian, Yesus menengadah ke langit dan berkata, “Bapa, sekarang sudah sampai waktunya. Agungkanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu pun mengagungkan Bapa. 

John 17:1 (NLT)

After saying all these things, Jesus looked up to heaven and said, “Father, the hour has come. Glorify your Son so he can give glory back to you.

 

Games

Easter Games : “Catch the egg”

Bahan-bahan yang dibutuhkan : keranjang/baskom plastik, beberapa bola/telur plastik. Pemain yang satu melempar telur lalu pemain yang lain berusaha menangkap telur-telur tersebut menggunakan keranjang plastik tersebut. Pemenangnya adalah yang berhasil menangkap telur dalam jumlah terbanyak.

 

Pembuka

Bawalah beberapa batu dengan berbagai ukuran untuk memulai cerita hari ini. Bagikan batu-batu tersebut kepada beberapa anak. Jelaskan kepada anak-anak bahwa batu-batu yang mereka pegang bisa berbeda secara ukuran dan berat, tetapi mereka semua membawa batu. 

Setiap kita juga memiliki dosa, meski dosa setiap kita berbeda-beda. Dosa tersebut memberatkan kita seperti batu-batu ini. Hanya ada satu Pribadi yang dapat mengangkat berat beban dosa kita semua (tunjukkan gambar salib atau nama JESUS). Hari ini anak-anak akan mendengarkan cerita yang sangat spesial tentang bagaimana Tuhan Yesus mengangkat berat beban dosa kita.

 

Cerita : Tuhan Yesus disalibkan, mati dan dikuburkan

Tuhan Yesus disalibkan

Di tengah jalan, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene bernama Simon. Mereka memaksa orang itu memikul salib Yesus. Kemudian mereka sampai di suatu tempat yang bernama Golgota, yang artinya "Tempat Tengkorak". Di situ mereka memberi Yesus minum anggur yang bercampur empedu. Tetapi sesudah Yesus mencicipi anggur itu, Ia tidak mau meminumnya. Kemudian mereka menyalibkan Dia, dan membagi-bagikan pakaian-Nya dengan undian. Setelah itu mereka duduk menjaga Dia di sana.

Di atas kepala-Nya mereka memasang tulisan mengenai tuduhan terhadap-Nya, yaitu: "Inilah Yesus, Raja Orang Yahudi". Bersama-sama dengan Dia mereka menyalibkan juga dua orang penyamun; seorang di sebelah kanan, seorang lagi di sebelah kiri-Nya. Orang-orang yang lewat di situ menggeleng-gelengkan kepala, dan menghina Yesus. Mereka berkata, "Kau yang mau merobohkan Rumah Allah, dan membangunnya dalam tiga hari! Kalau Kau Anak Allah, turunlah dari salib itu, dan selamatkan diri-Mu!"

Begitu juga imam-imam kepala dan guru-guru agama serta pemimpin-pemimpin Yahudi mengejek Yesus. Mereka berkata, "Ia menyelamatkan orang lain, padahal diri-Nya sendiri Ia tidak dapat selamatkan! Kalau Dia raja Israel, baiklah Ia sekarang turun dari salib itu, baru kami mau percaya kepada-Nya. Ia percaya kepada Allah, dan berkata bahwa Ia Anak Allah. Nah, mari kita lihat apakah Allah mau menyelamatkan Dia sekarang." Penyamun-penyamun yang disalibkan dengan Dia itu pun malah menghina Dia juga seperti itu.

 

Tuhan Yesus mati

Pada tengah hari, selama tiga jam, seluruh negeri itu menjadi gelap. Pukul tiga sore, Yesus berteriak dengan suara keras, "Eli, Eli, lama sabakhtani?" yang berarti, "Ya Allah-Ku, ya Allah-Ku, mengapakah Engkau meninggalkan Aku?" Beberapa orang di situ mendengar jeritan itu, dan berkata, "Ia memanggil Elia!" Seorang dari mereka cepat-cepat pergi mengambil bunga karang, dan mencelupkannya ke dalam anggur asam. Kemudian ia mencucukkannya pada ujung sebatang kayu, dan mengulurkannya ke bibir Yesus. Tetapi orang-orang lain berkata, "Tunggu, mari kita lihat apakah Elia datang menyelamatkan Dia!"

Kemudian Yesus berteriak lagi dengan suara keras, lalu menghembuskan napas-Nya yang penghabisan. Gorden yang tergantung di dalam Rumah Tuhan sobek menjadi dua dari atas sampai ke bawah. Bumi bergetar dan gunung-gunung batu terbelah. Kuburan-kuburan terbuka, dan banyak umat Allah yang sudah meninggal dihidupkan kembali. Mereka keluar dari kuburan-kuburan sesudah Yesus bangkit dari kematian, dan mereka masuk ke Yerusalem. Dan di sana banyak orang melihat mereka. Kepala pasukan bersama-sama dengan prajurit-prajurit yang sedang menjaga Yesus menjadi ketakutan sekali waktu melihat gempa bumi, dan semua yang terjadi itu. Mereka berkata, "Sungguh, Dia ini Anak Allah!"

Di situ ada juga banyak wanita yang sedang melihat dari jauh. Merekalah yang sudah mengikuti Yesus untuk menolong Dia sejak dari Galilea. Di antaranya ialah Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus.

 

Tuhan Yesus dikuburkan

Malam itu datanglah seorang kaya dari Arimatea, yang bernama Yusuf. Ia juga pengikut Yesus. Ia pergi kepada Pilatus, dan minta jenazah Yesus. Lalu Pilatus memerintahkan supaya jenazah Yesus diberikan kepadanya. Maka Yusuf mengambil jenazah itu, dan membungkusnya dengan kain kapan dari linen yang baru. Lalu ia meletakkan jenazah Yesus di dalam kuburan kepunyaannya sendiri yang dibuat di dalam sebuah bukit batu. Sesudah itu ia menggulingkan sebuah batu besar menutupi pintu kubur itu, lalu pergi. Maria Magdalena dan Maria yang lain tinggal duduk di situ menghadapi kuburan itu.

 

Penutup

Tunjukkan batu-batu yang kita bawa di awal cerita. Jelaskan bahwa Tuhan Yesus telah membawa beban dosa mereka sekarang. Ketika Tuhan Yesus mati, tabir Bait Suci terbelah dua. Ini menandakan bahwa jalan kepada Allah kini terbuka. Keselamatan tidak bergantung pada usaha, performa, ataupun hal baik yang kita lakukan, tetapi pada Kristus yang tersalib. Bukan manusia yang menembus hadirat Allah, melainkan Allah sendiri yang membuka jalan.

Kematian Yesus menunjukkan bahwa kemuliaan tidak selalu berupa kesenangan dunia, tetapi KemuliaanNya dinyatakan melalui ketaatan total, pengorbanan, dan penderitaanNya di kayu salib. Salib bukan tentang betapa baiknya kita, tetapi tentang Tuhan Yesus yang rela menggantikan orang-orang yang berdosa yaitu kita semua. Karena kasihNya yang terlebih dahulu untuk kita semua, memampukan kita untuk memuliakan Dia. I WANT TO GLORIFY HIM WITH MY LIFE.

 

Bagaimana cara kita memuliakan Tuhan? Memuliakan Tuhan bukan berarti membuat Tuhan jadi mulia, karena Ia sudah mulia! Maka yang bisa kita lakukan adalah :

·      Kenali kemuliaanNya

·      Nikmati KemuliaanNya

·      Dan Ceritakan KemuliaanNya

 

Untuk memudahkan anak-anak memahaminya, maka kita akan menggunakan ilustrasi, bawalah sebuah kue sebagai alat peraga, dan taruhlah di atas meja yang jauh dari posisi anak-anak.  Tanyakan kepada anak-anak, benda apa yang ditaruh di atas meja? Ajak salah satu dari mereka untuk mendekat sehingga mereka bisa mendeskripsikan benda tersebut dengan baik. Jelaskan kepada mereka bahwa kita bisa mengenali sesuatu kalau kita mendekat. Maka mendekatlah kepada Dia, luangkan waktu bersamaNya, obrolkan banyak hal melalui kehidupan Doa kalian. MendekatiNya akan membawa kita untuk semakin mengenali kemuliaanNya.

 

Mintalah salah satu dari anak-anak untuk mencicipi kue tersebut. Jelaskan kepada mereka, kita bisa berkata bahwa makanan ini enak, karena kita sudah menikmatiNya. Tidak mungkin kita berkata enak, jika kita hanya melihatnya saja.

Oleh karena itu, makanlah FirmanNya, kecaplah hadiratNya melalui puji-pujian dan penyembahan yang kita naikkan. Maka kita akan menikmati kemuliaanNya.

Ketika kita merasakan sesuatu yang enak, kita tidak akan tahan untuk tidak menceritakanNya! Maka ketika kita sudah merasakan KasihNya dalam hidup kita, bagaimana pengorbananNya untuk dosa-dosa kita, kita juga tidak akan tahan untuk tidak menceritakanNya. Oleh karena itu, senantiasa mengucap syukur betapa berhargaNya Dia dalam hidup kita. Ceritakan KemuliaanNya, bantu orang lain melihat Dia dan mengasihiNya melalui kata-kata dan tindakan kita. Jadi, Kenali, Nikmati, dan Ceritakan KemuliaanNya. I WANT TO GLORIFY HIM WITH MY LIFE.

 

 

Minggu, 22 Maret 2026

Renungan Harian 23-28 Maret 2026

Monday, 23rd March 2026

 

GOD IS MY DELIVERER

 

AYAT HAFALAN :

2 Samuel 22:2 (TB)

Ya, TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku,

 

Ayat bacaan : Keluaran 17:8 (BIS)

Kemudian orang Amalek datang dan menyerang orang Israel di Rafidim.

 

Imagine kita lagi asyik jalan-jalan bawa ice cream, eh tiba-tiba ada orang ngga kenal dateng dan mau merebut ice creammu. Pasti nyebelin banget kan?? Nah itu yang dialami bangsa Israel. Mereka lagi perjalanan di desert, capek dan haus, eh tiba-tiba bangsa Amalek datang menyerang mereka. Bangsa Amalek ini seperti “bully” di sekolah yang suka cari gara-gara tanpa alasan.

 

Kadang ada hal yang ngga enak bisa datang tiba-tiba, seperti tugas sekolah yang susah atau temen yang nyebelin. Tapi tenang, kita ngga sendirian. Saat ada masalah “kejutan”, jangan takut duluan, tapi langsung aja bilang ke Tuhan “God please help me to get through this”.

 

 

Tuesday, 24th March 2026

 

GOD IS MY DELIVERER

 

AYAT HAFALAN :

2 Samuel 22:2 (TB)

Ya, TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku,

 

Ayat bacaan : Keluaran 17:9 (BIS)

Kata Musa kepada Yosua, "Pilihlah beberapa orang untuk memerangi orang Amalek. Besok saya akan berdiri di puncak bukit memegang tongkat yang Allah suruh bawa."

 

Musa ngga bawa pedang atau perisai yang super canggih ke atas bukit. Dia bawa 1 tongkat kayu. Eh tapi jangan salah, itu Namanya “TONGKAT ALLAH”. Tongkat itu sudah pernah membelah laut dan mengeluarkan air dari batu. Musa membawa tongkat itu ke atas bukit supaya semua orang bisa melihatnya. Itu seperti signal wifi yang kuat, selama tongkat itu terlihat, itu seperti “koneksi” kekuatan dari Tuhan mengalir ke bawah.

 

Apa sih “tongkat” ini buat kita sekarang? Mungkin itu Alkitab atau ayat hafalan yang kita tau dan ingat. Waktu kita takut, angkat janji Tuhan dalam hati kita. Ingat-ingat lagi kebaikan Tuhan yang sudah Tuhan lakukan untuk kita. Kalo dulu Tuhan pernah bantu kita berani perform on stage, hari ini pun Tuhan pasti bantu kita lagi.

 

 

 

Wednesday, 25th March 2026

 

GOD IS MY DELIVERER

 

AYAT HAFALAN :

2 Samuel 22:2 (TB)

Ya, TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku,

 

Ayat bacaan : Keluaran 17:9-10 (BIS)

Kata Musa kepada Yosua, "Pilihlah beberapa orang untuk memerangi orang Amalek. Besok saya akan berdiri di puncak bukit memegang tongkat yang Allah suruh bawa." Yosua melakukan apa yang diperintahkan Musa kepadanya. Ia pergi memerangi orang Amalek, sedang Musa, Harun dan Hur mendaki bukit sampai di puncaknya.

 

Musa menyuruh Joshua untuk pilih orang-orang dan pergi berperang. Yosua si pemberani, dia ngga bilang “Duh, aku takut!” tapi dia langsung immediately do it, gas pol! Tuhan kasi kita tugas yang berbeda-beda. Ada yang jadi leader atau pemimpin, ada yang jadi penolong.

 

Apapun yang jadi tugas kita hari ini, clean up our bedroom, toys yang kita pake atau bahkan membantu parents kita, yuk kita lakukan dengan passionate dan semangat seperti Yosua. Teamwork bareng Tuhan itu pasti membuat kita jauh lebih berani, jauh lebih kuat, melatih kita dan menjadikan kita winner in real world.

 

 

 

Thursday, 26th March 2026

 

GOD IS MY DELIVERER

 

AYAT HAFALAN :

2 Samuel 22:2 (TB)

Ya, TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku,

 

Ayat bacaan : Keluaran 17:11 (BIS)

Selama Musa mengangkat tangannya, orang Israel menang. Tetapi kalau Musa menurunkan tangannya, orang Amaleklah yang menang.

 

Wow! Story diatas cool abis, ini kayak adegan remote control. Kalo tangan Musa naik, Israel push musuhnya sampai mundur. Kalo tangan Musa turun karena capek, eh musuhnya malah maju lagi. Kok bisa gitu, kenapa? Karena tangan yang terangkat di waktu itu adalah symbol doa dan rasa percaya total kepada Tuhan. Israel menang bukan karena pedang mereka paling tajam, tapi karena Connection mereka ke Surga tetep menyala.

 

Prayer itu bukan cuma our routine sebelum tidur, tapi juga “win button” buat kita. Kalo kita merasa kalah atau sedih, coba cek apakah tangan kita, hati kita masih fokus percaya Tuhan? Jangan menyerah buat berdoa ya. Walaupun jawabannya ngga langsung datang, tetaplah angkat tangan kita. Tuhan sedang bekerja di balik layar buat bantu kita semua menang!

 

 

Friday, 27th March 2026

 

GOD IS MY DELIVERER

 

AYAT HAFALAN :

2 Samuel 22:2 (TB)

Ya, TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku,

 

Ayat bacaan: Keluaran 17:12-13 (BIS)

Ketika Musa menjadi lelah, Harun dan Hur mengambil sebuah batu supaya Musa bisa duduk; Harun dan Hur berdiri di kiri dan di kanan Musa untuk menopang tangannya supaya tetap terangkat sampai matahari terbenam. Akhirnya orang Amalek dikalahkan oleh Yosua.

 

Ini cerita lucu tapi mengharukan juga. Musa itu kan manusia biasa, bisa capek seperti kita. Bayangin kita harus angkat tangan seharian, pasti rasanya mau copot! haha.. Untungnya, Musa punya temen seperti Harun dan Hur. Mereka ngga cuma menonton dari jauh sambil bilang “semangat ya, Musa!” Mereka ngga gitu! Tetapi mereka cari batu besar buat Musa duduk, lalu mereka berdua berdiri di kiri dan kanan buat memegangi tangan Musa.

 

Kita semua butuh punya support system seperti Harun dan Hur dalam hidup kita. Kita ngga perlu jadi jagoan sendirian, kalo kita merasa capek atau sedih, cerita aja ke parents atau temenmu. Dan sebaliknya, jadilah temen atau keluarga seperti Harun dan Hur untuk keluarga atau temen-temen kita. Membantu orang lain itu kayak superhero lho, keren banget!!

 

 

 

 

 

Saturday, 28th March 2026

 

GOD IS MY DELIVERER

 

AYAT HAFALAN :

2 Samuel 22:2 (TB)

Ya, TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku,

 

Ayat bacaan : Keluaran 17:14-16 (BIS)

Kata TUHAN kepada Musa, "Tulislah tentang kemenangan ini supaya tetap diingat. Katakan kepada Yosua bahwa Aku akan membinasakan orang Amalek." Lalu Musa membangun sebuah mezbah dan menamakannya "TUHAN adalah Panjiku." Kata Musa, "Peganglah tinggi-tinggi panji TUHAN! TUHAN berperang melawan orang Amalek untuk selama-lamanya!"

 

Setelah musuh kalah dan semuanya aman, Musa ngga sombong. Dia ngga bikin patung dirinya sendiri. Dia malah membangun sebuah mezbah (seperti monument kecil) dan memberi tulisan “Tuhan adalah Panjiku” atau “Tuhan adalah Benderaku”.

 

Seperti tim pemenang yang mengibarkan bendera di garis finish, Musa shouted ke seluruh dunia “We Won because of God”. Setiap kali entah itu kita menang lomba, dapet nilai bagus, atau berhasil belajar naik sepeda atau berhasil berenang sendiri, jangan lupa kita bersyukur sama Tuhan. Karena semua orang pasti happy dengan orang yang rendah hati, punya hati yang humble. Pada saat kita ikut kompetisi, saat ujian kita harus dengan yakin percaya kalo kita adalah tim pemenang karena kapten kita adalah Tuhan sendiri.