Selasa, 04 Maret 2025

Week – 11 HOUSE OF PRAYER -- March 16th 2025

 Tujuan                          : Anak-anak mengerti menghargai dan merawat Rumah Tuhan dan mengerti bahwa tubuh mereka juga adalah Rumah Tuhan.

Super kebenaran       : WE ARE THE TEMPLE OF GOD

Ayat Hafalan               : 2 Korintus 6:16b (BIS)

Kita ini Rumah Tuhan, yaitu Allah yang hidup.

2 Cotinthians 6:16b (NLT)

For we are the temple of the living God.

Ayat Penuntun           : Yohanes 2:13-25 (John 2:13-25)

 

Games

Gambar berantai.

Karena temanya tentang CHURCH jadi clue nya adalah gambar GEREJA. 

Pemain gamesnya minimal 5 orang supaya lebih seru, jadi pemain baris lalu pemain pertama mendapatkan clue untuk gambar gereja tapi hanya selama 10 detik lalu setelah 10 detik pemain pertama harus memindahkan gambar ke pemain kedua tapi tidak boleh memberitahu clue nya. Pemain kedua harus menebak gambar apa selama 5 detik lalu harus melanjutkan gambar tersebut dengan waktu 10 detik juga. Sampai pemain terakhir.

 

Pembuka

Siapa nih yang pernah mengalami barang yang kalian sayangi rusak? Gimana rasanya? Pasti sangat menjengkelkan, saya juga pernah (coba ceritakan pengalaman anda ketika barang kesayangan anda rusak). Hari ini ada seseorang yang juga mengalami hal yang sama seperti yang pernah kita alami, siapakah itu? Ayo kita dengarkan cerita nya sama-sama ya..

 

Cerita : Tuhan Yesus menyucikan Bait Allah

Ketika Hari Raya Paskah Yahudi sudah dekat, Yesus pergi ke Yerusalem. Di Rumah Tuhan di Yerusalem Ia mendapati penjual-penjual sapi, domba, dan burung merpati; juga penukar-penukar uang duduk di situ. Yesus membuat sebuah cambuk dari tali lalu mengusir semua binatang itu, baik domba maupun sapi, dari dalam Rumah Tuhan. Meja-meja para penukar uang dibalikkan-Nya sehingga uang mereka berserakan ke mana-mana.

Lalu Ia berkata kepada penjual burung merpati, "Angkat semuanya dari sini. Jangan jadikan Rumah Bapa-Ku tempat berdagang!" Maka pengikut-pengikut-Nya teringat akan ayat Alkitab ini, "Cinta-Ku untuk Rumah-Mu, ya Allah, membakar hati-Ku." Para penguasa Yahudi menantang Yesus, kata mereka, "Coba membuat keajaiban sebagai tanda untuk kami bahwa Engkau berhak bertindak seperti ini."

Yesus menjawab, "Runtuhkanlah Rumah ini, dan dalam tiga hari Aku akan membangunnya kembali." Lalu mereka berkata, "Empat puluh enam tahun dibutuhkan untuk membangun Rumah Tuhan ini. Dan Engkau mau membangunnya kembali dalam tiga hari?"

Tetapi Rumah Tuhan yang dimaksudkan Yesus adalah tubuh-Nya sendiri. Jadi kemudian, sesudah Yesus dibangkitkan dari mati, teringatlah pengikut-pengikut-Nya bahwa hal itu pernah dikatakan-Nya. Maka percayalah mereka kepada apa yang tertulis dalam Alkitab dan kepada apa yang dikatakan oleh Yesus. Sementara Yesus berada di Yerusalem pada waktu Perayaan Paskah, banyak orang percaya kepada-Nya karena keajaiban-keajaiban yang dibuat-Nya.Tetapi Yesus sendiri tidak percaya mereka, sebab Ia mengenal semua orang. Tidak perlu orang memberi keterangan kepada-Nya tentang siapa pun, sebab Ia sendiri tahu apa yang ada di dalam hati manusia.

 

Penutup

Tadi kita dengarkan ketika Tuhan Yesus pergi ke bait suci, ke rumah Tuhan, di sana Tuhan Yesus menemukan bahwa orang-orang menggunakan bait suci untuk alasan yang salah. Mereka telah mengubahnya menjadi pasar, dan mereka menjual barang-barang. Di bait suci ada orang-orang yang membutuhkan hewan untuk dikorbankan kepada Tuhan, tetapi para penjual mematok harga yang sangat tinggi untuk hewan-hewan itu, dan memaksa orang-orang miskin untuk membayar harga yang tinggi hanya agar mereka dapat beribadah. Hal yang seharusnya tidak terjadi di dalam gereja. Ketika Tuhan Yesus melihat hal itu terjadi di bait suci, Dia menjadi begitu marah sehingga Dia membuat cambuk dari seutas tali, dan Dia pergi ke meja dan membalikkan meja-meja itu! (Anda bebas menambahkan efek dengan melemparkan beberapa koin, melambaikan tangan, atau bahkan membalikkan meja atau kursi kecil, jika Anda memilikinya).

 

Ia memberi tahu orang-orang bahwa mereka telah menyalahgunakan rumah Tuhan. Nah, beberapa orang di sana tidak terlalu senang, karena apa Tuhan Yesus mengganggu rencana mereka untuk menghasilkan uang. Mereka bertanya kepada Tuhan dari mana Dia mendapatkan wewenang untuk memberi tahu mereka apa yang harus dilakukan. Lalu Tuhan Yesus menyuruh mereka merobohkan bait suci, dan Dia akan membangunnya kembali dalam tiga hari. Nah, itu terdengar sangat gila bagi mereka, karena butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun bait suci. Tetapi coba tebak? Tuhan Yesus tidak berbicara tentang pembangunan bait suci. Dia berbicara tentang diri-Nya sendiri. Dia tahu bahwa Dia akan disiksa, dihina, disalibkan dan mati, tetapi Dia akan hidup kembali dalam waktu 3 hari.

Tuhan Yesus ingin membersihkan bait suci sehingga orang-orang dapat beribadah dengan baik di dalamnya.

Begitu juga dengan kita sekarang kita juga diajak untuk menjaga bait suci atau sekarang kita sebut dengan kata “GEREJA”. Caranya gimana? Jaga kebersihan jangan buang sampah sembarangan, bantu merapikan barang atau mainan setelah dipakai.

 

Tapi selain bait suci à adalah bangunan gereja hari ini kita juga diajak untuk mengenal bahwa TUBUH kita adalah juga bait suci. WE ARE THE TEMPLE OF GOD.

 

Tubuh kita adalah bait suci, karena di sanalah Roh Kudus dapat tinggal dan menjadi alat untuk menyembah Tuhan. Sama seperti cerita kita hari ini bait suci atau tubuh kita bisa menjadi kacau karena adanya dosa, nah tetapi melalui kematian dan kebangkitan Kristus, tubuh atau hidup kita dibersihkan lagi! Karena kita memiliki hidup baru di dalam Dia, yang perlu kita lakukan adalah menyembah Tuhan Yesus dengan segenap hati kita. Walaupun kita masih bisa melakukan kesalahan, tetapi kita tahu bahwa dosa kita dihapuskan oleh Tuhan Yesus yang dulu, sekarang dan yang akan datang. Penting untuk selalu kita ingat adalah WE ARE THE TEMPLE OF GOD. Yang artinya kita adalah bait suci atau tempat di mana Roh Tuhan bisa tinggal dalam hati kita, kita perlu untuk menjaga dengan baik walaupun pastinya ga mudah tetapi kita dapat berdoa dan kita tahu bahwa melalui kasih karunia Tuhan, Dia menolong kita setiap saat. Satu hal juga yang perlu kita lakukan adalah memfokuskan hidup kita untuk mengasihi dan melayani Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar